How Are You, Mr. Jones?

How Are You, Mr. Jones?
Oleh: Arfandi Palallo

Sore ini saya bertemu Mr. Jones, pria kelahiran negeri _Napoleon Bonaparte, Prancis_, 71 tahun lalu.

Bacaan Lainnya

Kami berjalan santai, sepakat menikmati perbincangan *_“No cigarettes, no coffee.”_*, meskipun suka dgn kopi tubruk.

Suasana trasa hangat, menghadirkan kedekatan meski latar belakang budaya & usia kami berbeda.

Mr. Jones membuka cerita dgn senyum ramah, mencoba berbahasa Indonesia meski masih terbata-bata.

Ia berkata, *_“I love Indonesia_*, terutama Sulsel, masyarakat sangat ramah& pemandangan alamnya menakjubkan.”

Kecintaannya tumbuh stelah hampir dua puluh tahun menetap sebagai Senior Marketing perusahaan energi surya internasional.

Pengalaman panjang membuatnya memahami karakter masyarakat skaligus dinamika pembangunan berbagai daerah Indonesia secara mendalam.

Dengan nada serius, ia menyoroti kerusakan lingkungan akibat lemahnya pemeliharaan pemerintah daerah selama ini.

Ia menegaskan, *_“Environment must protected,_* pemerintah harus konsisten menjaga kelestarian alam demi generasi masa dpn.”

Menurutnya, Indonesia tdk perlu bercermin kpd Amerika Serikat dlm memperluas pembangunan jalur lalu lintas.

*_“More roads not solution_*, berapa pun jalan dibangun, kemacetan ttap menjadi persoalan perkotaan,” ujarnya.

Ia mengajak Indonesia mencontoh Singapura & Belanda dlm kebijakan transportasi publik berkelanjutan yg terintegrasi.

*_“Use public transport,_* masyarakat diajak beralih menggunakan kendaraan umum yg disiapkan pemerintah,” tambahnya.

Percakapan sore itu sederhana, namun sarat makna tentang persahabatan, kepedulian, & harapan masa dpn Indonesia khususnya Sulsel.

_Moncongloe, 11/04/26_

Pos terkait