MAROS – pantau24jam.net. Penutupan akses jalan umum di kawasan Pesantren Darul Istiqamah, Desa Maccopa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memicu kemarahan warga dan aksi unjuk rasa pada Jumat (3/4/2026).
Jalan yang ditutup sejak Kamis (2/4) tersebut diketahui merupakan jalur vital yang telah ditetapkan sebagai jalan umum melalui surat keputusan resmi Pemerintah Kabupaten Maros.
Menurut informasi, penutupan dilakukan oleh pihak pengelola pesantren tanpa memberikan penjelasan yang jelas.
Hal ini berdampak langsung pada kegiatan masyarakat, terutama persiapan resepsi pernikahan cucu Kiai Arif Marzuki dan putri Sekda Maros yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad (5/4/2026).
Sebanyak 11 mobil vendor yang membawa bahan dekorasi, panggung, dan perlengkapan lainnya terpaksa putar balik karena tidak diizinkan masuk. Kendaraan keluarga pengantin juga tertahan di depan gerbang pesantren sejak kemarin.
“Kami sudah mengantongi izin dari kepolisian dan pihak terkait, tapi tetap tidak boleh lewat. Padahal jalan ini adalah hak umum warga,” ujar Muinul, Koordinator aksi sekaligus Ketua Panitia Pernikahan, saat ditemui di lokasi.
Dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di tengah guyuran hujan, warga memasang spanduk berisi tuntutan agar jalan segera dibuka kembali dan tidak ada lagi pembatasan yang merugikan masyarakat.
Beberapa warga juga terlihat merusak portal besi yang digunakan untuk menutup akses jalan sebagai bentuk protes.
Massa juga mendesak aparat penegak hukum untuk turun tangan menyelesaikan masalah ini dan memastikan tidak ada intimidasi terhadap warga yang ingin menggunakan jalan tersebut.
Setiap pengendara yang hendak melintas diberhentikan dan diinterogasi, hanya yang mendapat izin yang diperbolehkan masuk.
Sementara itu, belasan personel Polres Maros terlihat masih bersiaga di depan gerbang pesantren untuk mengantisipasi situasi yang semakin memanas.
Salah satu warga, Ilham Mustafa (46), mengaku kondisi yang berlangsung saat ini membuat warga merasa tidak lagi nyaman tinggal di lingkungan tersebut.
“Ini kami bicara dari sudut pandang warga. Kami sudah merasa tidak nyaman lagi tinggal di dalam,” katanya saat ditemui di kawasan Pesantren, Jumat (3/4/2026).
Ia mencontohkan, warga kini harus meminta izin hanya untuk memperbaiki rumah.
Sampai berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih dalam pengawasan ketat aparat keamanan. Belum ada keterangan resmi dari pihak pesantren terkait alasan penutupan jalan tersebut, serta kapan akses akan dibuka kembali.
(*)
Follow Berita pantau24jam.net di TikTok






