GOWA – pantau24jam.net. Petugas gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 1,5 hektare yang melanda dua titik di Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Kapolsek Tinggimoncong Iptu Anwar di Gowa, mengatakan kebakaran diketahui sejak Rabu (19/8) setelah petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai munculnya api di kawasan Bukit Bulu Salili. Kamis, 20/8/2026.
“Sejak kemarin kejadiannya. Informasi awal dari masyarakat ada kebakaran hutan dan lahan di puncak Bukit Bulu Salili. Proses pemadamannya, kami dari kepolisian bersama Damkar, TNI, Koramil Tinggimoncong dan masyarakat memadamkannya,” ujarnya.
Upaya pemadaman sempat mengalami kendala akibat topografi wilayah yang berbukit, sehingga armada pemadam kebakaran tidak dapat merapat ke titik api.
Petugas terpaksa mengandalkan alat seadanya serta pompa punggung untuk menembus lokasi. Berkat kerja keras tim gabungan, kobaran api berhasil dijinakkan dalam kurun waktu dua hingga tiga jam.
“Digunakan pompa ditaruh di punggung untuk dapat naik ke puncak bukit karena mobil pemadam susah menjangkaunya. Alhamdulillah, bisa padamkan sekitar kurang lebih dua sampai tiga jam,” tuturnya.
Anwar menegaskan bahwa insiden ini tidak melahap area wisata hutan pinus Malino, melainkan area hutan yang berada di kawasan atas setelah melewati destinasi wisata tersebut.
Material yang hangus didominasi oleh lahan kering, rumput liar, semak, bambu, serta beberapa jenis pohon.
“Bukan pinusnya yang terbakar, tapi di atasnya ada kawasan hutan setelah melewati taman wisata hutan pinus. Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” katanya.
Menurut analisis awal, cuaca terik di musim kemarau membuat vegetasi di lokasi tersebut mengering dan sangat rentan terbakar.
Pihak kepolisian masih mendalami pemicu utama kebakaran, termasuk kemungkinan gesekan antarbambu akibat panas ekstrem, meski hal tersebut belum dapat dipastikan.
Anwar mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, serta menghindari tindakan berisiko seperti membuang puntung rokok sembarangan.
“Kami selalu mengimbau agar masyarakat tidak membakar lahan untuk membuat kebun, apalagi ini musim kering, termasuk puntung rokok masih menyala jangan dibuang sembarangan, bisa memicu kebakaran,” katanya.
Berdasarkan data ground check firespot Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sulawesi Daerah Operasi Sulawesi I Gowa, sebaran karhutla di Kelurahan Malino terbagi di dua titik terpisah.
Titik pertama terletak di Bukit Salili, Lingkungan Karampuan, dengan luas area terdampak mencapai 1,34 hektare. Vegetasi yang hangus meliputi semak belukar, ilalang, bambu, pohon pinus, serta serasah di area konservasi.
Sementara itu, titik kedua berada di Lingkungan Pattene, Malino Kota, dengan area terbakar seluas 0,16 hektare yang mencakup semak belukar, ilalang, bambu, pohon pinus, dan serasah pada kawasan hutan produksi.
(*)
Follow Berita pantau24jam.net di TikTok






