Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Angkut 243 Orang di Laut Jawa

BANJARMASIN -:pantau24jam.net. Evakuasi penumpang dan kru kapal Virgo Transport yang mengalami kecelakaan pada Ahad (13/09) masih terus berlangsung.

Hingga Senin (14/9) pagi, dua kapal yang membawa korban telah tiba di Pelabuhan Penumpang Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Bacaan Lainnya

Sementara, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Ahad (13/9) mengatakan, sebanyak 136 penumpang masih dalam proses pencarian.

Kapal tersebut dilaporkan mengangkut sebanyak 243 orang.

“Hingga sore hari [Ahad] ini, Basarnas berhasil mengevakuasi 107 korban selamat dan 6 korban meninggal dunia. Sebanyak 136 penumpang masih dalam proses pencarian,” ungkap Dudy.

Tentang penyebab kecelakaan kapal tersebut, Dudy menyerahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidikinya.

Dia meminta seluruh pihak memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara profesional, independen, dan berbasis fakta, seperti dilaporkan Kompas.com.

“Kami tidak ingin mendahului investigasi KNKT. Yang terpenting, semoga penyebab kecelakaan ini dapat diketahui secara jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di kemudian hari,” katanya.

Seperti dilaporkan jurnalis di Banjarmasin, Kalsel, Donny Muslim, kapal TB Mauhaw IX tiba sekira pukul 05.40 WITA, Senin (14/09), di pelabuhan Trisakti.

Proses evakuasi korban dari kapal tersebut dilakukan sekitar pukul 06.30 WITA.

Sebanyak 16 orang dibawa kapal tersebut, terdiri dari 15 orang selamat dan satu orang meninggal dunia dengan identitas MR. X.

Sementara itu, KN SAR Laksmana 241 lebih dulu tiba di Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 04.21 WITA dengan membawa satu orang korban.

Para korban yang selamat selanjutnya mendapat penanganan medis di kawasan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Proses evakuasi terhadap penumpang dan kru Virgo Transport masih dilakukan oleh tim SAR.

Data jumlah korban terus diperbarui seiring berlangsungnya proses pencarian dan evakuasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan hingga pukul 15.00 WITA sebanyak 113 orang telah dievakuasi ke empat kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Rinciannya: 107 selamat dan 6 meninggal dunia.

Menurutnya, TB Mauhaw IX telah mengevakuasi 16 orang, TB TCP mengevakuasi 6 orang, sedangkan MV Haida mengevakuasi 69 orang. Adapun KM Cahaya Bahari Jaya mengevakuasi 22 orang.

Ditambahkannya, TB Mauhaw IX akan menuju Pelabuhan Tuban, Jawa Timur. Sedangkan TB TCP dan MV Haida akan menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Posko Operasi SAR di kawasan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Ahad (13/9).

Posko Operasi SAR untuk penanganan kecelakaan Virgo Transport 8 didirikan di kawasan Pelabuhan Trisakti, Ahad (13/09) pagi.

Pantauan di lokasi, keluarga penumpang dan awak kapal mulai berdatangan ke posko. Mereka terlihat menunggu informasi terbaru mengenai kondisi kerabat yang berada di dalam kapal.

Berdasarkan informasi yang diterima kantor SAR Banjarmasin, kapal Virgo Transport 8 hilang kontak pada Ahad (13/09) sekitar pukul 02.00 WITA setelah dilaporkan menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan menuju Banjarmasin.

Menurut kantor SAR Banjarmasin, posisi terakhir kapal itu berada di perairan Laut Jawa, dengan jarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan satu regu penyelamat berjumlah enam personel menuju Dermaga SAR Basirih, pada Ahad (13/09) pukul 04.30 WITA.

Tim selanjutnya akan melanjutkan perjalanan menuju lokasi perkiraan posisi terakhir menggunakan KN SAR Laksmana 241, dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menyampaikan bahwa pencarian akan dilakukan secara optimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait.

“Mengingat jumlah penumpang dan awak kapal yang cukup banyak, kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan seluruh penumpang serta awak kapal,” terang I Putu Sudayana

Sementara Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii mengatakan KM Virgo terkonfirmasi tenggelam.

Menurut Syafii, sebelum kondisi kapal memburuk, awak kapal telah melaporkan kepada perusahaan bahwa mereka menghadapi cuaca buruk.

“Pada saat kapal mengalami kondisi menghadapi cuaca buruk, dari awak kapal sudah menyampaikan kepada perusahaan bahwa kapal mengalami atau menghadapi cuaca yang tidak baik,” kata Syafii dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Ahad sore.

Beberapa jam kemudian, kondisi kapal dilaporkan mengalami perubahan center of gravity atau kemiringan.

Pada saat itu, kapal mengirimkan broadcast bahwa mereka membutuhkan bantuan. Awak kapal juga mengaktifkan perangkat darurat EPIRB yang tersedia di kapal untuk meminta pertolongan.

Syafii mengatakan posisi lokasi kejadian menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan. Dari Banjarmasin, lokasi tersebut membutuhkan waktu tempuh sekitar enam jam.

“Namun yang ingin saya sampaikan kepada rekan-rekan bahwa posisi lokasi kejadian kalau ditempuh dari Banjarmasin memakan waktu kira-kira 6 jam,” ujarnya.

Setelah menerima informasi tersebut, Kantor SAR Banjarmasin yang memiliki kewenangan di wilayah perairan kejadian melakukan analisis cepat dan melaporkannya kepada Basarnas Command Center.

Basarnas Command Center kemudian mendeklarasikan adanya kondisi kedaruratan kepada seluruh pengguna lalu lintas laut di kawasan Laut Jawa agar dapat memberikan bantuan terhadap kapal yang mengalami keadaan darurat.

Syafii mengatakan operasi pencarian dan pertolongan kemudian digelar dengan melibatkan berbagai unsur.

“Mohon dukungan teman-teman media, mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia mudah-mudahan operasi ini bisa kita laksanakan dengan baik dan bisa mengevakuasi seluruh korban,” kata Syafii.

Berdasarkan data dua situs pemantauan kapal, Vessel Finder dan Marine Traffic, posisi terakhir KM Virgo Transport 8 berada di perairan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Data itu menyebut, kapal Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/09) pukul 10.33 WIB dan dijadwalkan tiba di Banjarmasin pada Ahad (13/09) pukul 14.00 WIB.

Masih berdasarkan data situs pemantauan kapal, KM Virgo Transport 8 sebelumnya bernama Ferry Kurushima. Kapal itu rampung dibuat di galangan kapal Shin Kurushima Onishi pada 1987.

Di Jepang, kapal itu terakhir kali melayani penumpang antara Pelabuhan Kokura dan Pelabuhan Matsuyama, pada 30 Juni 2025.

‘Langsung tiba-tiba miring’
Siprianus sedang tidur ketika badan KM Virgo mulai miring. Kejadiannya pukul satu dini hari. Sebagian besar penumpang sedang terlelap.

“Kalau saja awak kapal tekan alarm bahaya, kami penumpang bisa tahu. Tapi tidak ada informasi sama sekali. Langsung tiba-tiba miring,” ucapnya.

Tanpa pikir panjang, Siprianus seketika mencari orang-orang yang dia kenal. Situasi sudah tegang. Para penumpang berteriak dan berupaya menyelamatkan diri.

Siprianus juga melakukan hal yang sama. Tapi, di sekitarnya tidak ada pelampung.

Di tengah kapal yang semakin linglung, Agus menemukan sekoci. Dia kemudian melompat ke atasnya.

Selama kurang lebih sembilan jam rombongan Siprianus terombang-ambing di tengah lautan.

Siprianus seharusnya ke Banjarmasin dalam rangka menuntaskan pekerjaan ekspedisi. Rencana itu buyar. Peristiwa terbaliknya kapal membikin nyawanya di ujung tanduk.

“Banyak orang meninggal. Banyak orang masih tidur di dalam [kapal],” tuturnya.

(*)

Pos terkait