SERANG – pantau24jam.net. Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Banten masih terus melakukan pencarian terhadap lima jurnalis yang dikabarkan hilang kontak di sekitar Perairan Selat Sunda.
Rombongan jurnalis tersebut hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan berlayar menggunakan kapal cepat.
Rombongan insan pers tersebut dikabarkan bertolak menuju Gunung Anak Krakatau dari Dermaga Pagedongan, Carita pada Senin (7/9) sekira pukul 14.00 WIB.
Selain mengangkut lima jurnalis, kapal tersebut juga ditumpangi dua orang lainnya terdiri dari nahkoda serta anak buah kapal (ABK).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan seorang jurnalis dalam rombongan tersebut sempat berkomunikasi dengan rekan wartawan di Lampung.
“Jadi, kemarin pukul 14.42 WIB sempat melaporkan kepada rekan jurnalis di Lampung, mereka berada di posisi antara Carita dengan Gunung Anak Krakatau,” ucap Al Amrad, Selasa (8/9).
Setelah menginformasikan lokasi terakhir, kata Al Amrad, jurnalis yang sempat berkomunikasi tersebut sudah tidak dapat dihubungi kembali.
“Setelah dihubungi kembali sudah lost contact atau kehilang kontak,” ujarnya
Sementara itu, Kasubdit Patroli Airud Polda Banten AKBP Lis Handaya mengatakan, hingga pukul 17.36 WIB, proses pencarian masih berlangsung.
“Kasubdit Patroli Airud bersama gabungan dari Basarnas melaksanakan kegiatan pencarian dan evakuasi terhadap lima wartawan atau jurnalis yang pada Senin, 7 September, sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melaksanakan peliputan,” kata Lis dalam keterangannya.
Lis menyampaikan, pencarian melibatkan 23 personel yang menyisir perairan Selat Sunda di sekitar Gunung Anak Krakatau. Lokasi pencarian berada di sekitar koordinat 06°14’40.52” LS dan 105°40’49.48” BT.
“Untuk sementara, kita lihat situasi laut. Cuaca, ombak 0,5 sampai 1 meter, arah angin dari timur menuju barat dengan kecepatan 5 sampai 10 knot. Untuk abu vulkanik masih terpantau sebarannya di area sekitar Banten,” terangnya.
Rombongan tersebut diketahui menaiki speedboat milik Kepala Desa Carita yang bertolak dari Dermaga Pagedongan pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat pada pukul 15.04 WIB. Setelah itu, mereka tidak lagi dapat dihubungi hingga proses pencarian dilakukan oleh tim SAR.
Lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak yakni ;
1. M. Bagus Khoirunnas dari Antara,
2. Ari Basuki dari Merdeka,
3. Yudhis dari iNews,
4. Daus dari Anadolu,
5. Donal jurnalis freelance.
Tim SAR gabungan hingga Selasa sore masih melakukan penyisiran di sejumlah titik untuk menemukan keberadaan para jurnalis tersebut.

Tim






