TIMOR TENGAH SELATAN – pantau24jam.net. Seorang siswa SD di Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, viral di media sosial setelah menggunakan arang sebagai pengganti kaus kaki. Hal ini dilakukan karena siswa tersebut tak memiliki kaos kaki.
Tak ada kaos kaki, arang pun jadi. Seorang ayah di Desa Lanut, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur ini mengoleskan arang kuali di kaki sang anak yang akan berangkat ke sekolah.
Arang ini dioleskan layaknya kaos kaki hitam. Hal ini terpaksa dilakukan karena siswa tersebut tak memiliki kaos kaki.
Namun sayangnya kaus kaki dari arang ini tak bisa bertahan lama. Namun, Arang di kaki itu hilang terhapus aliran sungai saat sang anak berangkat ke sekolah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Timor Tengah Selatan tengah menelusuri video viral siswa SD menggunakan arang sebagai kaos kaki.
Dalam pesan tertulis Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS, Apris Manafe menyatakan akan mengambil tindakan pemberian bantuan darurat agar siswa ini mendapat prioritas bantuan.
Disdikbud Timor Tengah Selatan tahun ini telah mengalokasikan anggaran pengadaan seragam sekolah untuk setiap SD mencapai Rp400 juta.
Anggaran tersebut diprioritaskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Kisah tersebut kemudian sampai ke telinga Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., yang langsung memberikan perhatian dan bantuan melalui Kapolres TTS AKBP Hendra Dorizen, S.H., S.I.K., M.H.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan masa depan generasi muda, Polres TTS melalui jajaran Polsek Amanatun Selatan mendatangi kediaman keluarga Yanto Tefi pada Jumat (5/6/2026) untuk menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada Marciano Tefi, siswa yang menjadi sorotan publik melalui video viral tersebut.
“Kami melihat ada semangat luar biasa dari Marciano untuk tetap bersekolah. Di sisi lain, kami juga melihat kasih sayang seorang ayah yang berusaha melakukan apa saja agar anaknya tetap bisa mengikuti kegiatan belajar seperti teman-temannya. Hal seperti ini tentu mengetuk hati kita semua,” ujar AKBP Hendra Dorizen.
Bantuan yang diberikan berupa satu paket perlengkapan sekolah lengkap yang terdiri dari tas sekolah, seragam sekolah, sepatu, kaos kaki, topi, dasi, ikat pinggang serta alat tulis.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberikan motivasi kepada Marciano untuk terus belajar dan meraih cita-citanya,” katanya.
Saat bantuan diserahkan, suasana haru terlihat menyelimuti keluarga kecil tersebut. Marciano yang selama ini menjadi perhatian publik tampak bahagia menerima perlengkapan sekolah baru yang selama ini mungkin hanya menjadi harapan sederhana baginya.
“Polri ingin hadir di tengah masyarakat bukan hanya saat ada persoalan hukum atau gangguan kamtibmas, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan uluran tangan dan perhatian. Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada generasi penerus bangsa,” jelasnya.
Menurutnya, jika terdapat siswa yang membutuhkan bantuan, masyarakat dapat berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, pihak sekolah maupun pemerintah desa agar dapat didata dan dicarikan solusi bersama.
“Kami berharap tidak ada anak yang kehilangan semangat belajar hanya karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan adalah hak setiap anak Indonesia dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya,” tambah AKBP Hendra Dorizen.
(*)
Follow Berita pantau24jam.net di TikTok






