BGN Tutup 1.653 Sekolah Penerima MBG, Fokus Untuk Wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal ‘3T’

JAKARTA – pantau24jam.net. Badan Gizi Nasional (BGN) tutup 1.663 SPPG satuan pendidikan (sekolah) dari daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) namun tetap memprioritaskan wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Kebijakan pencoretan ini menyasar sekolah swasta bertaraf internasional atau sekolah mandiri finansial. Jum’at, 11/9/2026.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, untuk wilayah 3T, BGN justru mempercepat pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai kebijakan terbaru BGN terkait penataan kuota penerima dan operasional dapur SPPG:

Alasan Pencoretan 1.653 Sekolah

Mandiri Finansial:
Mayoritas sekolah yang
dikeluarkan adalah sekolah swasta internasional yang dinilai mampu membiayai kebutuhan pangan pendidikannya sendiri.

Bantuan Operasional
Sekolah tersebut tidak lagi bergantung pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Efisiensi Anggaran
Pengalihan kuota dilakukan agar alokasi APBN tepat sasaran untuk masyarakat yang membutuhkan.

Prioritas Wilayah Terluar (3T)
Tetap Didahulukan: Wilayah 3T seperti Maluku dan Papua menjadi fokus utama perluasan layanan karena memiliki angka stunting tinggi.

Pembukaan SPPG Baru:
BGN berkomitmen mendirikan dapur SPPG khusus wilayah 3T secara bertahap dan terukur.

Spesifikasi Bangunan: Desain dapur SPPG di wilayah 3T memiliki kriteria minimal ukuran 10 x 15 meter atau disesuaikan secara proporsional dengan jumlah penerima di bawah 1.000 orang.

Pengetatan dan Penutupan Dapur BermasalahDi samping pencoretan sekolah penerima, BGN juga sedang melakukan tindakan disipliner terhadap dapur pengelola:

Tutup Sementara 1.999 Dapur: BGN membekukan operasional 1.999 dapur SPPG karena terbukti belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) ke Dinas Kesehatan.

Seleksi Ulang Tahap Kedua:
Sebanyak 13.261 dapur kini sedang dievaluasi ulang. Dapur yang laporan keuangannya tidak akuntabel atau standarnya buruk akan ditutup permanen.

Tim BGN

Pos terkait