Kader NasDem Lamongan Bergejolak, Sikapi Isu Merger Partai Hingga Protes Sampul Majalah Tempo

LAMONGAN – pantau24jam.net. Respon keras diambil Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Lamongan menyikapi sampul dan pemberitaan media Tempo yang memicu polemik.

Ketua DPD Partai NasDem Lamongan, Kaharudin mengungkapkan bahwa pihaknya mengumpulkan kader untuk berdiskusi menyikapi berita Tempo terkait isu merger NasDem dan Gerindra.

Bacaan Lainnya

“Ada beberapa pemberitaan yang menurut Partai NasDem belum ada keseimbangan. Sehingga apa yang menjadi berita yang ada di Tempo itu, perlu diluruskan sehingga kader-kader seluruh Indonesia Partai NasDem, bergerak bersama-sama,” ujar Ketua DPD NasDem Lamongan, Kaharudin, Rabu (15/4/2026).

Kaharudin menyoroti produksi berita yang diulas media Tempo merugikan pihak-pihak tertentu. Ia juga menilai bawa sampul ilustrasi majalah tempo tergolong melecehkan Ketua Umum NasDem Surya Paloh.

“Mungkin berita kemarin-kemarin itu, tentunya kalau kakak-kakak semua atau rekan-rekan wartawan tahu, ada semacam pelecehan terhadap Partai NasDem dan juga Ketua Umum Bapak Surya Paloh,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kaharudin juga menegaskan bahwa isu mengenai rencana penggabungan antara Partai NasDem dengan Gerindra, sepenuhnya tidak benar.

“Iya, memang apa yang disampaikan (Tempo) itu dijawab oleh semua kader, itu tidak benar. Jadi kita menghargai kebebasan pers dan itu juga merupakan sebuah hal yang penting dalam demokrasi. Tapi bagaimanapun harus secara proporsional dan etika jurnalistik, saya kira saya dengan rekan-rekan wartawan sangat bersahabat untuk memberikan pemberitaan yang sangat proporsional,” ucapnya.

Lebih lanjut Kaharudin mengatakan, sikap dan tuntutan yang disepakati seluruh kader NasDem Lamongan, akan diteruskan ke DPW serta DPP NasDem.

Sementara itu, sejumlah kader Partai NasDem bersama pendukungnya mendatangi kantor Tempo di Jalan Palmerah Barat, Jakarta Barat pada Selasa (14/4) siang.

Aksi ini menyikapi adanya pemberitaan Majalah Tempo yang dimuat dalam edisi 13-19 April 2026. Dalam pemberitaan itu Tempo menyebut jika Partai NasDem bakal melakukan penggabungan atau merger bersama Partai Gerindra.

Ada beberapa anggota NasDem yang diketuai oleh Ketua DPW Partai NasDem, DKI Jakarta Wibi Andriano bertemu langsung dengan petinggi Tempo untuk bermediasi.

Wibi mengatakan, saat agenda mediasi, media Tempo menyampaikan permohonan maaf atas pemberitaan yang dimuatnya.

“Tempo meminta maaf kepada seluruh kader Partai NasDem. Apa yang disampaikan Tempo bawasanya Tempo selalu dan meyakini, bahwa Partai Nasdem adalah sahabat Tempo,” ucap Wibi.

Ketika mediasi, ucap Wibi, Tempo menyampaikan jika ada pihak lain yang berniat untuk mengambil alih Partai NasDem.

Namun Wibi dengan tegas mengatakan, hal itu tidak akan mungkin terjadi, karena kader dari Surya Paloh tidak akan tinggal diam dan bakal melakukan perlawanan.

“Tempo sampaikan dan keyakinannya bahwasanya ada orang ataupun oknum-oknum yang ingin merebut Partai NasDem. Kita katakan tidak ada itu, dan tidak mungkin dan tidak akan mampu mengambil Partai Nasdem dari kami,” ucapnya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini menuturkan, Tempo juga diminta menyampaikan maaf secara tertulis di media-media milikinya.

“Kita masih memberikan satu lagi kesempatan pada Tempo. Kita meminta dalam waktu sesingkat-singkatnya 1×24 jam, meminta Tempo untuk menampilkan permintaan maaf secara terbuka dalam media-media yang dimiliki Tempo,” ucapnya.

Ia kembali tegaskan, jika permintaan maaf itu tidak digubrisnya, kader NasDem dan pendukungnya akan kembali melakukan unjuk rasa di kantor Tempo.

(*)
Follow Berita pantau24jam.net di TikTok

Pos terkait