JENEPONTO – pantau24jam.net. Sekira sepuluh ribuan jamaah sholat Idul Fitri 1 Syawal 1445 di Masjid Agung hingga halaman Masjid Jalan Lanto Dasng Pasewang Kabupaten Jeneponto Sulsel. Rabu, 10/4/2024.
Rangkaian acara sholat Idul Fitri 1445 H tingkat Kabupaten Jeneponto diawali dengan takbir selama 60 menit yang dipandu oleh Ust. Iskandar Saleh, SH, pembacaan susunan acara oleh M. Yusuf Bayu, S.Sos., MM dan sambutan Pj Bupati Jeneponto Junaedi Bakri S.Sos MM.
Kemudian bimbingan sholat Idul Fitri oleh Ustadz Drs. Armin Djalle, M.Pd, Imam sholat oleh Ust. Salihuddin, S.Sos.I., S.Pd.I, pengasuh Ponpes Daarussunnah Ka’nea serta yang bertindak sebagai Khatib: Prof. Dr. H. Abdul Halim Talli, M.Ag Kepala Pusat Baca Tulis Al-Qur’an Ma’had Aljamiah UIN Alauddin Makassar.

Pj Bupati Jeneponto Junaedi Bakri S.Sos MM dalam sambutannya mengatakan tahun ini memiliki makna dan momentum yang sangat strategis sebab tercatat dalam sejarah bahwa tahun 2024 kita bersama-sama mencapai harapan memajukan bumi turatea ini.
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamdu… Jeneponto bangkit kembali sebagai tempat berpijaknya para ilmuwan (tau cara’de), pemberani (tau barani) dan para saudagar (pedagang). Bumi Turatea ini sangat kaya potensi sumber daya alam, apalagi lahan yang ada dikelola oleh para petani, nelayan, pembudidaya rumput laut dan pedagang”, ujarnya.
Untuk itu, pemerintah harus senantiasa menjadi bagian dari seluruh warganya, dengan mengarahkan segenap potensi kebijakan dan alokasi sumberdaya guna membangun sinergi mengimplementasikan semangat Abbulosibatang atau berkolaborasi antar pemerintah dan masyarakat. Sambungnya.

“Pemerintah terus berupaya, memberi kebutuhan pelayanan dasar khususnya Pendidikan dan Kesehatan. Mendorong anak usia sekolah yang belum atau sempat putus sekolah untuk kembali kesekolah”, tambahnya.
Untuk layanan kesehatan, diutamakan pemberian tindakan, tidak lagi pelayanan administratif yang lebih mengutamakan kartu BPJS atau KIS, pemerintah harus selalu berkomitmen bahwa wujud keberadaannya adalah dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat”, tegasnya.
Pemerintah wajib memberi kepastian ketersediaan pupuk bagi para petani, mari kita awasi bersama penyaluran pupuk subsidi agar tepat sasaran, pupuk subsidi adalah untuk petani kecil, sedangkan bagi petani yang sudah memiliki modal besar sudah tidak layak lagi memakai pupuk subsidi. Ucapnya.
“Saya menghimbau kepada para pedagang yang membeli atau menampung hasil-hasil pertanian mari kita satukan pikiran, agar tidak membeli hasil-hasil potensi sumber daya alam dibawah harga pokok produksi agar petani dan pembudidaya rumput laut dapat lebih sejahtera lagi untuk kemajuan daerah ini”, himbaunya.

Dimomentum hari yang fitri ini, selamat datang kembali kepada seluruh warga Jeneponto yang mudik dari rantau, terima kasih karena dalam kondisi sesibuk apapun disana tetap kembali berkumpul bersama keluarga nani pakalompo pangngadakkanga, sipammaling-malingi untuk saling berbagi suka dan ceria, sikatutui dan sipakatau. Tuturnya.
“Saya atas nama pribadi, keluarga dan pemerintah daerah mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah, Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon maaf lahr dan bathin”, pungkas Pj Bupati Jeneponto Junaedi Bakri, S.Sos MH.
Sementara itu Khatib, Prof. Dr. H. Abdul Halim Talli, M.Ag Kepala Pusat Baca Tulis Al-Qur’an Ma’had Aljamiah UIN Alauddin Makassar dalam makna Idul Fitri menyampaikan Puji syukur tak henti-hentinya kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat besar kepada kita semua pada hari ini, yaitu mempertemukan dengan hari raya Idul Fitri, setelah satu bulan penuh kita menjalankan ibadah puasa.
Saat ini, tiba saatnya kita merayakan kemenangan atas ibadah yang kita lakukan selama sebulan penuh, yaitu dengan merayakan hari raya Idul Fitri. Momentum pertama adalah dengan cara memperbanyak bacaan-bacaan Takbir dan Tahmid guna mengagungkan asma Allah, sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah Swt yang telah memberikan kita berupa taufiq dan hidayahnya, sehingga kita telah berhasil menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan sempurna.

Hari raya Idul Fitri dalam Islam selain dikenal dengan hari yang sangat agung, juga menjadi hari yang sangat dinanti-nanti kaum muslimin seluruh dunia, sebab pada hari ini Allah memberikan anugerah yang sangat banyak kepada kita semua, tidak hanya berupa pahala atas ibadah yang kita lakukan selama ini, namun Allah juga mengampuni semua dosa-dosa yang ada dalam diri kita.
Dalam salah satu haditsnya Rasulullah SAW bersabda: “Jika hari raya Idul Fitri telah tiba, para malaikat akan berbaris di pintu-pintu jalan sambil menyerukan: ‘Wahai golongan umat Islam, segeralah berangkat kepada Tuhan Yang Maha Mulia. Dia akan menganugerahi kebaikan dan memberikan pahala yang sangat besar.

Sungguh, kamu telah diperintahkan untuk beribadah di malam hari, lalu kamu laksanakannya. Kamu diperintahkan berpuasa di siang hari, lalu kamu kerjakan. Kamu telah memenuhi seruan Tuhanmu, maka terimalah hadiahmu. Kemudian ketika mereka sudah selesai menunaikan shalat (hari raya Idul Fitri),
Malaikat berseru kembali: “Ketahuilah bahwa Tuhanmu telah mengampuni dosa-dosamu. Maka kembalilah keperjalanan hidup kalian selanjutnya, sebagai orang-orang yang memperoleh petunjuk.” (HR At-Thabrani).

Karpas / Bayu






