MAKASSAR – pantau24jam.net. Ditengah mempersiapkan diri mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh – Sumut 2024, ratusan atlet, pelatih dan pengurus cabang olahraga se Sulawesi Selatan (Sulsel) turun ke jalan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jl. Urip Subihardjo. Jum’at, 17/5/2024 siang.
Sepanjang sejarah di Sulsel, inilah pertama kali unjuk rasa kepada Pemprov oleh para insan olahraga dari 65 cabang olahraga yang aktif membina atlet. Aksi ini juga dihiasi dengan bentangan sejumlah spanduk dengan tulis tangan di atas kain putih dan tulisan warna hitam.
Di antaranya bertuliskan; “Kami atlet Sulsel berterimaksih kepada Presiden Jokowi, telah mengganti PJ Gubernur Bahtiar yang tidak peduli pada olahraga di Sulawesi selatan”.
Pengunjukrasa juga menuntut Pemprov Sulsel memperhatikan nasib atlet yang tengah melakukan persiapan mengikuti pesta olahraga nasional empat tahunan, ratusan massa juga menyambut Prof Zudan Arif Fakhrullloh yang baru saja dilantik sebagai Penjabat (PJ) Gubernur Sulawesi Selatan yang baru.
Para peserta aksi menyatakan gembira atas pemberhentian Dr. Bahtiar sebagai PJ Gubernur Sulsel yang menjabat belum genap setahun. Bahtiar dinilai tidak punya kepedulian terhadap kemajuan olahraga di daerah yang dipimpinnya. Karena itu cabang olahraga Sulsel akan absen pada PON kali ini.
Salah satu orator yang mewakili atlet, pelatih dan pengurus cabor, Sri Syahril menyampaikan orasinya dengan penuh semangat. Ia menyoroti kurangnya perhatian pemprov Sulsel terkait ketersediaan anggaran pembinaan olahraga.
Meskipun KONI Sulsel mengalami peningkatan prestasi dengan meloloskan 408 atlet pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, alokasi anggaran hanya diberikan Rp 17,5 miliar.
‘’Berangkat saja kontingen dengan biaya akomodasi, uang saku, penerbangan 4 kali sudah mencapai puluhan miliar rupiah. Belum peralatan tanding, pemeriksaan kesehatan dan kebutuhan latihan lainnya”, ujar Sekretaris Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov Pertina) Sulsel, Sri Syahril.
Hal ini sangat kontras dengan kucuran anggaran tahun 2021, saat itu Sulsel hanya meloloskan 226 atlet ke PON XX di Papua. Tapi dibekali anggaran Rp 32 miliar.
”Padahal saat itu anggaran juga diprioritaskan untuk penanganan wabah Covid-19. Covid telah berlalu, tapi anggaran malah dialokasikan untuk budidaya pisang yang mencapai ratusan miliar rupiah”, ungkap pengurus cabor lainnya.
Begitu juga pada PON XIX Jawa Barat. pemprov Sulsel saat itu menganggarkan Rp 80 miliar. Padahal atlet Sulsel yang lolos PON hanya 321 atlet.
”Kalau dilihat alokasi anggaran tiga PON terakhir, PON 2024 ini alokasi anggaran Sulsel sangat jauh menurun. Di sisi lain kami dibebankan target tinggi, 5 besar nasional masuk akal tidak?”, pekik pengunjuk rasa.
Karena itu insan olahraga Sulsel berharap Prof. Zudan agar lebih memperhatikan kebutuhan olahraga mengingat tahun 2024 ini adalah puncak prestasi olahraga Sulsel selama beberapa PON terakhir.
Aksi damai ini berjalan tertib dan lancar dengan harapan besar PJ Gubernur yang baru akan membawa perubahan positif, terutama dalam mendukung perkembangan dan prestasi olahraga Sulsel.
Aksi ini sebagai seruan bagi pemerintah provinsi, pemkab dan pemkot untuk lebih bijak dalam mengelola anggaran dan memperhatikan semua sektor yang berkontribusi terhadap kemajuan daerah.
Riel






