Bentrokan Warga Matraman vs Ambon Pecah, Diduga Berawal dari Geber-Geber Motor

JAKARTA – pantau24jam.net. Bentrokan yang melibatkan dua kelompok warga di kawasan Matraman, Jakarta Timur, pecah dan berlangsung hingga Senin, 27/7/2026 dini hari Wib.

Peristiwa tersebut diduga berawal dari aksi seorang pengendara motor yang menggeber-geber kendaraannya di kawasan Matraman.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, aksi tersebut mendapat teguran dari salah seorang warga Matraman yang berada di tempat makan nasi unduk.

Namun, pengendara motor yang disebut merupakan bagian dari kelompok warga Ambon diduga tidak terima dengan teguran tersebut dan kemudian memanggil rekan-rekannya.

Tak lama berselang, sekelompok orang mendatangi lokasi tempat terjadinya teguran.

Mereka disebut mencari warga yang sebelumnya menegur pengendara motor.

Karena tidak menemukan orang yang dicari, kemarahan diduga dilampiaskan dengan merusak sebuah gerobak milik pelaku UMKM yang berada di sekitar lokasi.

Aksi perusakan itu kemudian memicu kemarahan warga Matraman.Situasi pun memanas.

Warga Matraman yang mengetahui adanya dugaan perusakan tersebut kemudian melakukan perlawanan hingga bentrokan antarkelompok tidak dapat dihindarkan.

Aksi saling serang dilaporkan berlangsung di sejumlah titik dan memaksa aparat keamanan turun tangan untuk mengendalikan situasi.

Informasi yang beredar menyebutkan Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan terdapat korban jiwa.

Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas korban, jumlah korban secara keseluruhan, maupun kronologi lengkap kejadian.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab bentrokan, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi.

Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 10.40 WIB hingga 12.00 WIB itu mengakibatkan dua orang diduga asal Ambon meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, serta empat unit sepeda motor hangus terbakar.

Menyusul sejumlah massa dari kelompok warga timur mendatangi Mapolsek Menteng, Jakarta Pusat, pada Ahad (26/7/2026) malam.

Mereka mendesak kepolisian segera menangkap pelaku yang diduga bertanggung jawab atas tewasnya seorang warga Ambon dalam bentrokan di kawasan Jalan Tambak, Matraman.

Kedatangan massa dilakukan sebagai bentuk tuntutan agar proses hukum berjalan cepat dan adil. Mereka meminta aparat segera mengusut tuntas kasus tersebut serta menangkap seluruh pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan.

Dalam aksi tersebut, massa juga menyampaikan kekecewaan atas insiden yang menewaskan seorang warga Ambon. Mereka mengingatkan agar penegakan hukum dilakukan tanpa tebang pilih demi mencegah konflik semakin meluas.

“Kebisingan knalpot sehingga mengganggu warga lainnya, dan ini diteriakin (oleh warga),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Jakarta. Senin, 27/7/2026.

Pengendara tersebut tidak terima dengan teguran warga. Dia kemudian meluapkan emosinya hingga merusak dagangan di wilayah tersebut.

“(Pengendara tersebut) kembali ke lokasi tetapi yang meneriaki sudah tidak ada di lokasi kejadian, sehingga emosi dan melakukan perusakan kepada salah satu gerobak makanan dari pedagang,” ujar Budi.

Akibat tindakan tersebut, bentrokan pecah antara warga sekitar dan pengendara yang merupakan kelompok pendatang. Bentrokan dua kubu itu menyebabkan sejumlah bangunan dan motor hangus terbakar dan satu orang meninggal dunia.

Polisi telah menyelidiki kasus tersebut dengan memeriksa delapan saksi, barang bukti lain, serta kamera pengawas atau CCTV. Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan empat tersangka dalam kasus perusakan barang dagangan, yakni GNA, AJL, FAM, dan ELL.

Dalam kasus pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa, polisi menetapkan tiga tersangka SK, AS, dan OR. Ketiga tersangka merupakan warga setempat dan telah ditahan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta tidak menyebarkan narasi yang dapat memperkeruh situasi.

Sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat turut hadir di lokasi, di antaranya Lurah Pegangsaan, Sekretaris Kelurahan Pegangsaan, Kasi Pemerintahan, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan dan Kelurahan, Ketua RW 04 bersama para Ketua RT.

Personel PPSU Pegangsaan, Satpol PP, Karang Taruna, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), serta petugas AGD.

Warga Ambon di Mapolda Metro Jaya

(*)
Follow Berita pantau24jam.net di TikTok

Pos terkait