JAKARTA – pantau24jam.net. Ketua Umum Ormas Kiwal Garuda Hitam, Erwin Nurdin, SE,.MM, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Kapolri baru Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, yang berani mengungkap kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyasar nomor telepon Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, langkah Kapolri Suyudi dan Kabareskrim Komjen Pol Asep Safrudin yang menetapkan 3 (tiga) jenderal sebagai tersangka pada (3 November 2026) adalah bukti nyata komitmen Polri untuk bersih-bersih dari dalam.
“Kami dari Keluarga Besar Ormas Kiwal Garuda Hitam memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.”, jelasnya, Rabu, 4/11/2026.
Baru sebulan menjabat, beliau sudah menunjukkan keberanian luar biasa, tidak pandang bulu, bahkan menetapkan mantan Kapolri sekalipun yang diduga terlibat penyadapan ilegal terhadap Bapak Presiden Prabowo. Tegas Erwin Nurdin.
Erwin menilai, kasus dengan inisial tersangka LSP, ASN, dan EH ini bukan kasus biasa. Karena yang disadap bukan hanya Presiden, tapi juga pejabat negara, tokoh politik, ormas, LSM, hingga media tanpa prosedur hukum yang sah sepanjang 2025-2026.
“Ini bentuk pengkhianatan terhadap negara. Kalau nomor Presiden saja disadap secara ilegal, bagaimana dengan rakyat biasa? Kapolri baru ini telah menyelamatkan marwah institusi Polri dan marwah negara,” terangnya.
Sebagai organisasi masyarakat yang berkomitmen menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, Kiwal Garuda Hitam menyatakan siap mengawal penuh proses hukum yang kini ditangani Bareskrim Polri.
“Kami minta Bareskrim transparan dan tegas. Tidak ada yang kebal hukum. Kami bersama masyarakat Sulsel mendukung penuh langkah Polri Presisi di bawah pimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto untuk memberantas narkoba, judi online, dan mafia-mafia di tubuh Polri sendiri,” pungkas Erwin.
Diketahui, Bareskrim Polri telah menahan ketiga tersangka di Rutan Bareskrim Mabes Polri. Satu orang lainnya berinisial SU masih berstatus saksi.
Editor : Budhy JH






