MAKASSAR – pantau24jam.net. Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada masyarakat Kota Makassar, khususnya warga dan pengguna Jalan Urip Sumoharjo, apabila kegiatan penutupan Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 berdampak pada kelancaran perjalanan. Sabtu, 24/10/2026 malam Wita.
Malam penganugerahan kegiatan nasional tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 19.00 WITA di Taman Firdaus UMI. Kehadiran peserta dan tamu undangan dari berbagai daerah diperkirakan meningkatkan aktivitas kendaraan di sekitar Kampus II UMI.
UMI memahami bahwa Jalan Urip Sumoharjo merupakan salah satu jalur penting bagi aktivitas masyarakat. Karena itu, sekecil apa pun ketidaknyamanan yang mungkin timbul menjadi perhatian pihak universitas.
Ketua Panitia Abdidaya Ormawa 2026 sekaligus Wakil Rektor III UMI Bidang Pembinaan Kemahasiswaan, Prestasi, dan Hubungan Alumni, Prof. Dr. H. M. Kamal Hijaz, S.H., M.H., menyampaikan permohonan maaf atas nama panitia dan keluarga besar UMI.
“Kami atas nama panitia dan keluarga besar Universitas Muslim Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kota Makassar, khususnya pengguna Jalan Urip Sumoharjo, apabila aktivitas penutupan Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 menyebabkan perlambatan perjalanan,” ungkap Prof. Kamal.
Kenyamanan Masyarakat Tetap Menjadi Perhatian UMI
Menurut Prof. Kamal, menjadi tuan rumah kegiatan nasional merupakan kehormatan bagi UMI. Namun, kehormatan tersebut juga membawa tanggung jawab untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat di sekitar kampus.
UMI menyadari bahwa masyarakat memiliki berbagai keperluan yang tidak boleh diabaikan hanya karena kampus sedang menyelenggarakan kegiatan.
Karena itu, panitia berupaya mengatur kedatangan dan kepulangan peserta serta mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar tidak menghambat akses jalan umum.
“Kami berharap seluruh peserta dan tamu undangan dapat mengikuti arahan petugas di lapangan, menjaga ketertiban, dan menghormati pengguna jalan lainnya. Kesuksesan kegiatan ini tentu harus berjalan seiring dengan kenyamanan masyarakat di sekitar kampus,” tambahnya.
UMI juga mengajak peserta dan tamu undangan untuk menunjukkan sikap tertib serta menghormati kepentingan warga selama berada di lingkungan kampus.
Terima Kasih atas Pengertian dan Keramahan Warga Makassar
Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 mempertemukan 120 tim dari 60 perguruan tinggi di Indonesia. Para mahasiswa hadir membawa karya dan pengalaman pemberdayaan masyarakat dari daerah masing-masing.
Bagi UMI, kegiatan ini menjadi kesempatan memperkenalkan Makassar sebagai kota yang terbuka bagi pertemuan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan pengabdian mahasiswa.
Namun, UMI juga memahami bahwa kebanggaan menjadi tuan rumah tidak boleh mengurangi kepedulian terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kampus boleh ramai oleh kegiatan dan prestasi, tetapi kepentingan serta kenyamanan masyarakat di sekitarnya harus tetap dihormati.
Atas pengertian dan keramahan warga Makassar selama rangkaian kegiatan berlangsung, UMI menyampaikan terima kasih dan penghargaan.
Universitas berharap malam penganugerahan dapat berlangsung tertib, lancar, dan meninggalkan kesan baik, tidak hanya bagi para peserta dari seluruh Indonesia, tetapi juga bagi masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan kampus.
UMI ingin terus tumbuh dan berprestasi bersama masyarakat, bukan dengan mengabaikan kenyamanan masyarakat.
Karena itu, apabila perjalanan warga pada Sabtu malam sedikit lebih lambat dari biasanya akibat meningkatnya aktivitas di sekitar kampus, UMI sekali lagi menyampaikan permohonan maaf dan memohon pengertian.
Terima kasih, warga Makassar, telah menjadi bagian dari keramahan kota ini dalam menyambut mahasiswa Indonesia. Semoga setiap kebaikan dan pengertian yang diberikan menjadi bagian dari keberhasilan kita bersama.
(Humas UMI)






