PADANG – pantau24jam.net. Sebanyak 13 warga Kota Padang mengalami dugaan keracunan makanan setelah menyantap hidangan dalam pesta pernikahan yang digelar di Gedung SMK Negeri 2 Padang. Ahad (1/11/2026).
Dari total 13 korban yang mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Tentara (RST) Dr. Reksodiwiryo Padang, sebanyak 10 orang telah diperbolehkan pulang.
Sementara itu, dua korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut dan satu korban lainnya dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RST Dr. Reksodiwiryo Padang, Letkol Ckm dr. Ichsan Fahmi, mengatakan korban yang dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil masih mengalami gangguan kesehatan berupa dehidrasi dan buang air besar (BAB) berdarah.
“10 orang sudah pulang usai penanganan kesehatan, dua orang dirawat di sini dan satu orang dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang, karena masih mengalami permasalahan dehidrasi dan BAB berdarah,” katanya.
Sebelumnya, belasan warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menghadiri pesta pernikahan di Gedung SMK Negeri 2 Padang.
Sebagian besar korban diketahui merupakan warga Sawahan Dalam, Kecamatan Padang Timur.
Ketua Pemuda Sawahan Dalam, Hen Sinatra, mengatakan mayoritas warga yang mengalami gejala tersebut merupakan tamu undangan yang menghadiri pesta pernikahan itu.
“Ada belasan warga di sini. Sebagian besar warga Sawahan Dalam, Kecamatan Padang Timur, yang menghadiri pesta pernikahan di Gedung SMK Negeri 2 Padang,” ujar Hen.
Ia menduga, para korban mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap salah satu menu makanan yang disediakan dalam acara tersebut, yakni soto dari jasa katering.
“Diduga kebanyakan yang terkena setelah makan soto yang ada di pesta tersebut, yang merupakan dari katering,” katanya.
Hen menambahkan, korban yang mengalami gejala keracunan tersebut didominasi oleh anak-anak.
“Yang terkena paling banyak anak-anak,” ungkapnya.

(*)






