JENEPONTO – pantau24jam.net, Dinas Pariwisata Kabupaten Jeneponto aktif mengembangkan potensi kuliner khas daerah sebagai daya tarik wisata utama dan penggerak ekonomi kreatif.
Dengan fokus pada makanan tradisional berbahan dasar daging kuda serta pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jeneponto saat ini adalah Rusman M. Rukka, S.S., M.M mengatakan, daging kuda memiliki potensi kuliner khas daerah sebagai daya tarik wisata utama dan penggerak ekonomi kreatif.
“Daging kuda memiliki potensi kuliner khas daerah Jeneponto sebagai daya tarik wisata utama dan penggerak ekonomi kreatif”, ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jeneponto saat ini adalah Rusman M. Rukka, S.S., M.M. Selasa, 27/10/2026.
Yakni daging kuda dengan nama kuliner Gantala Jarang, Kuliner ikonik khas Jeneponto berbahan dasar daging kuda yang dimasak lama dengan bumbu sederhana (garam dan penyedap).
Tradisionalnya disajikan pada acara adat atau pernikahan, namun kini mulai mudah dijumpai di berbagai warung makan seperti Warung Daeng Rewa di Pasar Tolok Kelara.
Olahan Daging Kuda Lainnya termasuk variasi masakan lokal seperti coto atau konro berbahan daging kuda.
Kemudian ada Lammang, Makanan tradisional khas yang terbuat dari beras ketan dan santan yang dimasak di dalam ruas bambu.
Karena itu, Program dan Kebijakan Pengembangan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Jeneponto yaitu melaksanakan Pasar Wisata Kuliner Ekraf dan UKM.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Jeneponto untuk mewadahi pelaku usaha kecil dan ekonomi kreatif.
“Karenanya diperlukan Promosi dan Festival, Integrasi wisata kuliner dengan agenda daerah seperti festival budaya lokal dan hari jadi Kabupaten Jeneponto”, pungkas Kadis Pariwisata Kabupaten Jeneponto.

Karpas






