JENEPONTO – pantau24jam.net. Dinas Pariwisata Kabupaten Jeneponto, tetap melirik dokar kuda sebagai potensi wisata khas Allu Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Pemandangan dokar tersebut ditemukan di Pasar Tradisional Allu’, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, yang beroperasi sekitar lima-enam jam per hari.
Aktivitas di Pasar Allu’ dimulai sekitar pukul 06.00 Wita hingga sekitar pukul 11.00 Wita. Sebagian pedagang sebenarnya sudah datang saat dinihari, terutama pedagang yang datang dari daerah tetangga (Kabupaten Takalar) dan beberapa daerah lain, tetapi suasana ramai baru benar-benar terasa pada sekitar pukul 06.00 Wita.
“Para pedagang di pasar ini terbagi atas pedagang dalam dan pedagang luar. Pedagang dalam adalah pedagang yang memiliki gardu, kios, lods, atau lapak di dalam pasar, sedangkan pedagang luar adalah pedagang kaki lima yang berjualan di tempat parkir bagian depan pasar”, ujar Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Jeneponto, Syuaib Sila, SE, MM.
Pedagang dalam, terutama yang berjualan pakaian, emas, dan barang campuran, sebagian masih berjualan hingga sekitar pukul 13.00 Wita, sedangkan pedagang luar umumnya sudah meninggalkan pasar sekitar pukul 11.00 Wita.
Pengunjung pasar juga umumnya warga yang bermukim di Kecamatan Bangkala dan sekitarnya. Para pengunjung tersebut ada yang berbelanja untuk keperluan konsumsi, tetapi ada juga pengunjung yang datang berbelanja untuk dijual kembali.
Kereta beroda dua yang ditarik oleh kuda itu sudah jarang kita lihat di jalan raya, apalagi di kota-kota besar, tetapi di Kabupaten Jeneponto, bendi masih laris manis sebagai kendaraan umum alternatif bagi masyarakat setempat.
Jika berkunjung ke Pasar Tradisional Allu’, maka kita akan dengan mudah melihat sejumlah dokar (bendi, red) berseliweran. Dokar sebagai kendaraan umum tradisional, masih mampu bertahan di tengah persaingan dengan pete’-pete’ (sebutan terhadap angkutan kota atau angkot di Jeneponto dan di Sulawesi Selatan pada umumnya).
Itulah salah satu ciri khas sekaligus pemandangan unik dan menarik saat kita berkunjung ke Pasar Tradisional Allu’ Jeneponto.
“Dokar tersebut selain mengangkut para pengunjung pasar, juga mengangkut para pedagang dengan barang-barang dagangannya, terutama dari daerah sekitar yang tidak terjangkau angkutan kota”, jelas Sekdis Dispar Jeneponto.
Ongkos naik Dokar juga relatif sangat murah, yaitu antara Rp2.000 per orang (untuk jarak dekat) hingga Rp5.000 per orang (untuk jarak jauh). Satu Dokar bisa mengangkut satu hingga tujuh orang.
“Mungkin ada sekitar 100 dokar yang masuk keluar pasar tradisional Allu setiap hari,” pungkas Syuaib Sila.
Karpas






