KPK Tahan Bupati Kolaka Timur dan 4 Orang, Tengah Malam Pakai Rompi Oranye

JAKARTA – pantau24jam.net. Komisi Pemberantasan Koupsi (KPK) rampung memeriksa sejumlah orang terkait rangkaian OTT di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Total ada 5 orang yang langsung ditahan, termasuk Bupati Kolaka Timur (Koltim) Abdul Azis.

Bacaan Lainnya

Abdul Azis tiba di Gedung KPK sekitar pukul 16.23 WIB. Dia tampak menggunakan topi berwarna putih dan menutupi wajahnya dengan masker.

Adapun Abdul Azis sempat diperiksa di Polda Sulawesi Selatan. Dia kemudian akan menjalani permintaan keterangan lanjutan di kantor KPK.

Mereka tampak telah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dari ruang pemeriksaan KPK di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu, 9/8/2025, pukul 01.15 WIB

“KPK selanjutnya melakukan penahanan untuk 20 hari pertama, terhitung tanggal 8 sampai dengan 27 Agustus 2025 di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK Gedung Merah Putih,” ujar Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu.

Mereka digiring sejumlah pegawai KPK menuju ruang konferensi pers. Selain itu, tangan para tersangka itu juga turut diborgol.

Imbas OTT Bupati Koltim
5 orang tersangka, yakni:

a. Abdul Aziz (ABZ), selaku Bupati Koltim 2024-2029
b. Andi Lukman Hakim (ALH), selaku PIC Kemenkes untuk pembangunan RSUD
c. Ageng Dermanto (AGD), selaku PPK proyek pembangunan RSUD di Koltim
d. Deddy Karnady (DK), selaku pihak swasta-PT PT Pilar Cerdas Putra (PCP)
e. Arif Rahman (AR), selaku pihak swasta-KSO PT PCP

Diketahui dalam perkara ini, rangkaian OTT berlangsung di tiga lokasi. Yaitu Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Jakarta.

Salah satu pihak yang terjaring dalam OTT adalah Bupati Koltim Abdul Azis. Abdul ditangkap usai mengikuti gelaran rakernas Partai NasDem.

OTT itu terkait dengan dugaan suap DAK pembangunan rumah sakit. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan kegiatan OTT itu dilakukan di tiga lokasi tersebut.

“Terkait dengan perkaranya, terkait dengan DAK pembangunan rumah sakit, dana DAK pembangunan RS. Peningkatan kualitas atau status RS,” kata Asep di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/8)

Andiz

Pos terkait