JENEPONTO – pantau24jam.net. KIWAL Garuda Hitam Jeneponto sebagai suatu organisasi masyarakat Indonesia (Ormas), hingga saat ini tetap konsisten sebagai organisasi yang anti komunis.
Meskipun PKI sudah di larang, namun diduga faham komunis masih akan tumbuh dengan menyusup ke sendi kehidupan masyarakat Indonesia.
Demi mewaspadai berkembangnya faham komunis dan bangkitnya PKI di Indonesia, khususnya di Jeneponto, Ormas KIWAL Garuda Hitam Jeneponto menggelar acara nonton bareng (nobar) Film Penghianatan G.30-S/PKI.
Bertempat di halaman Markas Besar (Mabes) KIWAL Garuda Hitam Jeneponto, Jalan Malajong Dg Liwang, Bonto Sunggu Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.
Muhammad Jafar Jamhal, S.Pd, M.Pd NA sebagai Ketua Panitia Pelaksana Nobar tersebut mengatakan, berharap dengan adanya kegiatan nonton bareng film penghianatan G.30-S PKI ini bisa membangkitkan kembali dan menambah rasa patriotisme di sanubari masyarakat.
“Dengan adanya acara nobar G 30 S PKI ini, kita berharap dapat membangkitkan kembali rasa patriot didalam hati kita untuk tetap menolak paham komunis dinegeri yang kita cintai”, ujar Muhammad Jafar Jamhal.
Kami telah bersurat sebagai penyampaian kegiatan kepada Dandim 1425 Jeneponto, Kapolres Jeneponto, Kapolsek Binamu, Danramil Binamu, Kesbangpol Jeneponto, Camat Binamu, Satpol PP Jeneponto dan Lurah Empoang. Tambahnya.

Sementara itu Ketua Ormas KIWAL Garuda Hitam Jeneponto, Andi Zulkarnain Nurdin dalam sambutannya mengajak semua masyarakat untuk tetap mengingat sejarah yang pernah terjadi dinegara indonesia.
“Kami mengajak semua masyarakat untuk tetap mengingat sejarah yang pernah terjadi dinegara indonesia, dan juga untuk para pemuda untuk lebih mengetahui sejarah penghianatan yang dilakukan oleh PKI”, jelasnya.
Kita sangat bangga dengan adanya acara nobar film G.30-S/PKI ini, dan kita berharap masyarakat bisa lebih mengetahui sejarah penghianatan yang dilakukan oleh PKI yang telah terjadi di negara yang kita cintai. Sambungnya.
“Hampir disemua daerah nonton bareng film ini, nobar juga dimaksudkan untuk memberi pemahaman bagi generasi muda akan bahaya komunis bagi keutuhan NKRI dan Pancasila. Karena itu PKI atau faham komunis tidak boleh ada dan tumbuh di Indonesia yang berazaskan Pancasila,” tegas Andi Zulkarnain yang akrab disapa Karaeng Pasang.
Andiz






