JAKARTA – pantau24jam.net. Gudang pengolahan biji plastik di Jalan Raya Citarik, Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, terbakar. Ahad (20/9/2026) pagi.
Komandan Pleton Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi Bohir mengatakan lima armada berasal dari pihaknya, yakni empat kendaraan dari posko terdekat dan satu armada portabel.
Sedikitnya tujuh armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani api. Dua armada lainnya didatangkan dari kawasan industri Jababeka.
Penanganan melibatkan 25 personel Damkar Kabupaten Bekasi dan enam personel tambahan dari Jababeka.
“Informasi kebakaran kami terima tadi pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Saat tiba di lokasi, asap hitam sudah mengepul ke atas dan api telah membakar bangunan gudang tersebut,” ujar Bohir di lokasi.
Petugas menerima laporan dari pengelola kawasan industri yang diteruskan ke Pos Damkar Pilar, Cikarang Utara, sebelum ditangani markas pusat.
Proses pemadaman menghadapi kendala akses menuju lokasi yang relatif sempit dan dipadati warga.
“Kesulitan pasti ada, karena kejadian pagi, masyarakat juga sudah banyak. Jalan akses lumayan sempit, jadi mobil kita agak mundur masuknya,” jelasnya.
Material biji plastik yang berada di dalam gudang membuat petugas menggunakan busa pemadam untuk menangani kobaran api.
Setelah sekitar tiga hingga empat jam, petugas berhasil memadamkan api dan memastikan kondisi di lokasi terkendali. Api tidak merambat ke bangunan di sekitar gudang.
Kebakaran menghanguskan bangunan gudang pengolahan biji plastik. Sebuah truk yang berada di dalam area gudang juga ikut terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Petugas masih menyelidiki penyebab kebakaran. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik karena gudang disebut sedang tidak beraktivitas ketika api muncul.
“Karena ini enggak ada aktivitas, bisa jadi mungkin kaitannya korsleting listrik,” kata Bohir.
Polsek Cikarang Timur dan Polres Metro Bekasi masih melakukan penyelidikan di lokasi, termasuk untuk memastikan penyebab kebakaran dan menghitung kerugian materiil.
(*)






