20.980 Personil Pasukan TNI Bersenjata Mulai Jaga Sejumlah Sudut Jakarta, Kendaraan Taktis Tampak Disiagakan

JAKARTA – pantau24jam.net. TNI Angkatan Laut menyiapkan sebanyak 20.980 personil untuk membantu pengamanan wilayah DKI Jakarta, pasca terungkapnya kasus penyadapan yang melibatkan sejumlah perwira tinggi Polri.

Pihak TNI melalui Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas serta Kadispenal Laksamana Pertama TNI, Tunggul menyatakan bahwa pengerahan pasukan ini merupakan bagian dari prosedur standar kesiapsiagaan militer untuk melindungi masyarakat dan menjaga keutuhan NKRI.

Bacaan Lainnya

Selain itu, sebagian pergeseran pasukan juga disiapkan untuk agenda latihan militer seperti Operasi Pendaratan Khusus di Tanjung Burung/Tanjung Pasir (Tangerang) dan latihan Tembus Gelombang di Pandeglang

Kehadiran pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersenjata lengkap mulai terlihat di sejumlah sudut Ibu Kota. Pantauan Aktual.com pada Rabu (4/11/2026) sore, sejumlah titik di Jakarta tampak dijaga prajurit TNI yang dilengkapi persenjataan serta kendaraan taktis.

Penampakan penjagaan tersebut menjadi sorotan di tengah kabar pengerahan personel TNI dalam jumlah besar ke wilayah DKI Jakarta.

Situasi ini juga berlangsung ketika publik tengah mengikuti perkembangan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan dua perwira tinggi Polri.

Meski pasukan bersenjata telah terlihat di sejumlah lokasi, belum ada keterangan resmi yang memastikan bahwa pengerahan tersebut merupakan operasi pengamanan khusus ataupun berkaitan langsung dengan kasus penyadapan.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyatakan pengerahan pasukan merupakan bagian dari pelaksanaan tugas negara untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, TNI harus selalu berada dalam kondisi siap siaga untuk melindungi bangsa dan negara serta menjalankan tugas sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku,” kata Nas saat dikonfirmasi di Jakarta.

Namun, Nas tidak merinci tujuan khusus pengerahan personel tersebut. Ia juga belum mengungkap jumlah prajurit yang dikirim ke Ibu Kota.

TNI pun belum memberikan penjelasan apakah pengerahan pasukan berkaitan dengan antisipasi potensi demonstrasi dalam waktu dekat.

Kabar pengerahan personel dalam jumlah besar disebut melibatkan tiga matra TNI, termasuk TNI Angkatan Laut. Pergerakan pasukan tersebut menjadi perhatian karena berlangsung bersamaan dengan pengusutan dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.

Bareskrim Polri sebelumnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan ilegal, penghapusan data elektronik, dan illegal access.

Ketiganya adalah mantan Kapolri sekaligus mantan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kadivkum Polri Irjen Ahrie Sonta Nasution, serta Irjen Eko Hadi Santoso.

Salah satu sasaran penyadapan yang diduga dilakukan para tersangka adalah nomor telepon Presiden Prabowo Subianto.

Perkembangan perkara tersebut memicu perhatian politik dan keamanan nasional.

Neo

Pos terkait