JAKARTA – pantau24jam.net. Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta mendesak pengusutan tuntas rumah dinas (rumdin) di kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur (Jaktim) yang diduga jadi markas judi online (judol), bahkan jika ada yang melindungi kegiatan tersebut.
“Pemeriksaan jangan berhenti pada orang-orang yang menjalankan kegiatan tersebut. Perlu ditelusuri siapa yang mengendalikan, menyediakan tempat, dan apakah ada pihak yang mengetahui atau bahkan melindungi kegiatan itu,” kata Sukamta, Jumat (9/10) di Jakarta.
Sukamta menekankan praktik judi online di rumah dinas TNI ini perlu diusut tuntas. Politikus PKS ini mendorong siapapun yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban, termasuk jika ada dari kalangan TNI.
“Siapa pun yang terbukti terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku, baik dari kalangan sipil maupun militer,” tegas dia.
Menurut dia, kasus ini mesti jadi bahan evaluasi pengawasan internal TNI ke depannya. Sukamta mempertanyakan bagaimana bisa ada markas judol di rumdin TNI dan dengan berbagai macam alat serta teknologi yang ada tidak terdeteksi.
“Saya kira kasus ini juga perlu menjadi bahan evaluasi pengawasan internal TNI. Bagaimana kegiatan yang menggunakan puluhan komputer bisa berlangsung di lingkungan rumah dinas militer tanpa terdeteksi? Ini perlu dijelaskan dan dibenahi,” tuturnya.
Sebelumnya, rumah dinas di kompleks KPAD Cijantung diduga jadi markas judol. Total ada 11 warga sipil yang diamankan dalam kasus tersebut.
Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan yang selanjutnya dibawa ke Denpom untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman.
Mereka yang diamankan diduga sebagai operator. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan 9 KTP.
Kasus terungkap berawal dari laporan dan kepedulian warga yang mencurigai adanya aktivitas tidak wajar di salah satu rumah di lingkungan tersebut pada Ahad (4/10).
Personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan mendatangi lokasi dan mengamankan tempat serta barang bukti untuk proses lebih lanjut.
TNI sendiri sudah memeriksa pemilik rumah dinas tersebut. Namun belum bisa dipastikan apakah pemilik rumdin mengetahui aktivitas judol tersebut.
“Terduga pemilik rumah sudah diperiksa,” pungkas Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas.

Andiz






