GMNI Sapa Kampung Dorong Penguatan UMKM dan Ketahanan Pangan di RW 06 Tanjungrejo

MALANG – pantau24jam.net. Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Malang bersama Dewan Pimpinan Daerah GMNI Jawa Timur (DPD GMNI Jatim) menggelar kegiatan GMNI Sapa Kampung di RW 06 Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (17/1).

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk seminar kemasyarakatan bertema “Penguatan UMKM dan Ketahanan Pangan”, yang disinergikan dengan layanan cek kesehatan gratis bagi panitia dan peserta kegiatan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan langsung antara GMNI dan masyarakat kampung, khususnya pelaku UMKM dan warga RW 06, untuk membahas persoalan ekonomi kerakyatan dan kemandirian pangan dari perspektif kebutuhan riil masyarakat.

Seminar berlangsung interaktif dengan menghadirkan narasumber dan tokoh masyarakat setempat, serta dihadiri oleh kader GMNI dari DPC Malang dan Perwakilan DPD GMNI Jawa Timur.

Ketua DPC GMNI Malang, Albert, dalam sambutannya menegaskan bahwa kampung merupakan fondasi utama pembangunan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, penguatan UMKM dan ketahanan pangan tidak dapat dilepaskan dari keberpihakan pada rakyat kecil.

“GMNI meyakini bahwa kampung adalah basis ekonomi rakyat. Jika UMKM di kampung kuat dan pangan dikelola secara mandiri, maka daya tahan ekonomi masyarakat akan jauh lebih kokoh. GMNI Sapa Kampung adalah ikhtiar nyata kami untuk hadir bersama rakyat, bukan sekadar berbicara dari mimbar,” tegas Albert.

Materi penguatan UMKM dan ketahanan pangan yang disampaikan dalam kegiatan ini menekankan pentingnya pendampingan usaha secara berkelanjutan. Narasumber, Bung Edi Banteng, menyampaikan bahwa UMKM harus terus diperkuat karena menjadi sumber penghidupan banyak keluarga.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Penguatan dapat dilakukan melalui pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, serta pengelolaan usaha yang lebih tertata agar UMKM mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan ekonomi,” jelasnya.

Selain UMKM, aspek ketahanan pangan juga menjadi perhatian utama. Masyarakat diajak untuk kembali memanfaatkan potensi lokal seperti pekarangan rumah, lahan kosong, serta kebiasaan bertani sederhana untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Ketahanan pangan dipahami bukan hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga tentang kemandirian warga dalam mengelola sumber daya yang ada di lingkungan sekitar.

Dalam keynote speech-nya, Eka Wayu Putra, selaku Ketua RW 06 Kelurahan Tanjungrejo, menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan GMNI sebagai mitra perjuangan rakyat.

“Kami menyambut baik kehadiran GMNI di RW 06. Program GMNI Sapa Kampung ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif, semangat gotong royong, dan keberlanjutan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya

Wakil Ketua Bidang Pembangunan Desa DPD GMNI Jawa Timur, Bung Ara, menambahkan bahwa GMNI mendorong model pembangunan desa dan kampung yang berbasis partisipasi rakyat.

“Ketahanan pangan dan UMKM adalah dua pilar penting pembangunan rakyat. GMNI hadir untuk mendorong kesadaran kritis sekaligus solusi praktis agar masyarakat mampu berdikari secara ekonomi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Bung Ernest selaku Ketua Bidang Kerakyatan DPC GMNI Malang, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan giat perdana GMNI bersama masyarakat RW 06 dan tidak bersifat seremonial semata.

“Kegiatan ini berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat RW 06, khususnya dalam menghadapi tantangan kemandirian ekonomi lokal dan penguatan program unggulan Jejak Hijau yang ingin terus dikembangkan di lingkungan ini,” jelas Ernest.

Lebih jauh, Ernest menegaskan bahwa pendekatan sapa kampung mencerminkan komitmen GMNI sebagai organisasi kader yang tidak hanya fokus pada penguatan ideologi dan intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian nyata terhadap persoalan rakyat.

GMNI hadir untuk mendengarkan aspirasi pelaku UMKM dan warga, serta mendorong dialog konstruktif tentang ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi seluruh panitia dan peserta sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Kegiatan GMNI Sapa Kampung diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja-kerja kolaboratif yang berkelanjutan antara GMNI dan masyarakat RW 06 Kelurahan Tanjungrejo.

Bayu

Pos terkait