BREBES – pantau24jam.net. Insiden bangunan bagian depan gedung Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes ambruk dan menggegerkan masyarakat. Ahad, 21/9/2025.
Pasalnya, bangunan dengan nilai kontrak Rp110 miliar itu baru tiga tahun diresmikan dan ditempati.
Pemkab Brebes melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) pun buka suara. Kepala DPU Brebes Sutaryono mengatakan, yang roboh dalam insiden tersebut hanya dropzone atau atap bagunan bagian depan KPT Brebes.
Saat itu, tengah dilakukan perawatan gedung setelah beberapa waktu lalu atap mengalami kebocoran.
“Jadi saat ini masih dalam pengerjaan. Kebeneran ada tukangnya (pekerja) juga yang menjadi korban. Karena memang dalam perbaikan. Ini masalahnya apakah ada unsur kelalaian atau tidak ini baru kita selidiki,” ujarnya.
Dia menyebutkan, sebelum kejadian bangunan dalam keadaan kokoh. Jadi, pihaknya meminta waktu untuk mempelajari terkait insiden ambruknya bangunan bagian depan KPT Brebes.
“Selanjutnya bagaimana untuk ke depan kami sudah berkomunikasi dengan BPKAD bahwa gedung ini kan diasuransikan. Sehingga, besok dari asuransi akan ke lokasi,” jelasnya.
“Dan jangka panjangnya seperti apa, tentunya ini harus adanya kajian. Kajian teknis terkait, sehingga ke depan perlakuan penanganan teknis itu bisa dilakukan lebih baik. Jadi sekali lagi kami mohon maaf, intinya hari ini ada perbaikan dan (dropzone) ambruk,” jelasnya.
Ada empat orang yang menjadi korban. Tiga di antaranya merupakan pekerja, sementara satu lainnya anak kecil berusia tujuh tahun. Semua korban kini sudah mendapat perawatan medis.
Korban pertama, Juswanto (39) warga Pejagan, mengalami patah tulang dan luka robek di beberapa bagian tubuh. Adiknya, Abdullah (35), juga warga Pejagan, mengalami dislokasi lengan kiri serta luka sobek akibat terjepit bangunan.
Korban lain bernama Kasir (48), warga Wanasari, beruntung selamat dan kondisinya terkendali. Sedangkan seorang anak kecil bernama Farhana Azahra (7) asal Cirebon hanya mengalami luka ringan.
Kasatpol PP Brebes, Moh Syamsul Haris, membenarkan adanya korban dalam peristiwa ini.
“Ada tiga pekerja dan satu anak-anak yang menjadi korban. Semuanya sudah dibawa ke RSUD Brebes,” katanya.
Salah seorang pekerja Zamroni yang selamat dalam insiden ini mengatakan, saat kejadian dirinya berada di lokasi kejadian. Saat itu, dirinya sedang melakukan pengelasan di sekitar lokasi.
“Saya itu di bawah bersama teman saya sedang ngelas. Begitu bangun (dari pengelasan) bletak (bunyi dari sebelah utara) kemudian saya lari,” tuturnya di lokasi kejadian.
Saat hendak lari, dia menambahkan, dia melihat rekan kerjanya yang jatuh dan langsung menariknya. Dan saat itu, tangan rekan korban terkena reruntuhan bangunan yang mengalami ambruk.
“Yang satunya (korban lainnya) tangannya kejepit. Jadinya dua yang korban. Keduanya mengalami luka itu di bagian tangan dan kaki. Kalau untuk patah atau tidaknya saya kurang tahu,” pungkasnya.
Tun






