JEMBER – pantau24jam.net. Suasana rumah duka di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendadak gempar.
Seorang pemuda yang sebelumnya disangka meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tiba-tiba muncul dalam kondisi sehat, tepat saat prosesi pemandian jenazah sedang berlangsung.
Belakangan diketahui, jenazah yang diprosesi pemandian tersebut bukanlah pemuda itu, melainkan korban kecelakaan lain yang salah diidentifikasi.
Peristiwa yang menghebohkan tersebut terjadi pada Minggu (4/1/2026) dan viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, suasana rumah duka yang semula hening seketika berubah.
Keluarga dan warga tampak terkejut sebelum akhirnya pecah dalam tangis haru ketika pemuda yang mereka yakini telah meninggal justru berdiri di hadapan mereka.
Pihak keluarga pun langsung memeluk pemuda tersebut, mengekspresikan rasa syok dan bahagia karena ia ternyata masih hidup.
Kejadian ini bermula dari kecelakaan maut yang melibatkan sebuah truk dan sepeda motor di Jalan Raya Gambirono, Kecamatan Bangsalsari.
Insiden tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Salah satu korban diketahui tidak membawa identitas diri sehingga dicatat sebagai Mr X.
Informasi mengenai ciri-ciri fisik korban kemudian sampai ke pihak keluarga pemuda tersebut.
Karena merasa terdapat kemiripan, keluarga meyakini bahwa korban Mr X adalah anggota keluarga mereka.
Tanpa menunggu proses identifikasi resmi di rumah sakit atau kepolisian, jenazah tersebut dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan.
Kekeliruan baru terungkap saat prosesi pemandian jenazah berlangsung. Pemuda yang dikira telah meninggal justru datang ke rumah duka, sementara jenazah yang dimandikan dipastikan merupakan korban kecelakaan lain yang memiliki kemiripan fisik.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jember, Ipda Tommi Nur Alfiansyah, membenarkan adanya miskomunikasi dalam peristiwa tersebut.
Ipda Tommi menjelaskan bahwa kesalahan identifikasi terjadi karena korban kecelakaan tidak membawa identitas dan pihak keluarga terlalu cepat mengambil kesimpulan.
“Terjadi miskomunikasi dan kesalahan identifikasi oleh pihak keluarga karena memang ada kemiripan fisik dengan korban kecelakaan yang tidak membawa identitas,” ujar Ipda Tommi.
Setelah kekeliruan itu diketahui, jenazah yang sempat dibawa ke rumah warga akhirnya dievakuasi kembali ke puskesmas terdekat untuk menunggu proses identifikasi resmi oleh pihak keluarga korban yang sebenarnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak tergesa-gesa membawa jenazah korban kecelakaan sebelum ada kepastian identitas dari petugas medis maupun kepolisian.
Prosedur identifikasi resmi dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman serupa terulang di kemudian hari.
Editor : Id Amor






