Ustadz Adi Hidayat adalah MOMOK bagi infiltrasi Salafi-Wahabi di Muhammadiyah
“UAH (Ustadz Adi Hidayat) itu representasi terakhir dai Muhammadiyah yang terbuka.
Banyak orang awam yang mengira Muhammadiyah itu plek ketiplek sama dengan Salafi-Wahabi, padahal tidak dan banyak bedanya.
Sekarang tidak sedikit Salafi-Wahabi yang eksis/masuk/menumpang secara tidak langsung di dalam Muhammadiyah.
UAH itu benteng terakhir karena familiar.
Seandainya UAH seiya sekata dengan mereka, infiltrasi mereka akan semakin gampang menyebar.”
Maksudnya apa?
Ini penjelasannya:
1. Muhammadiyah itu Bukan Salafi-Wahabi
Banyak orang awam di luar mengira Muhammadiyah = Wahabi karena sama-sama tidak tahlilan, tidak maulidan.
Padahal beda jauh.
– Muhammadiyah: Gerakan tajdid modern, metodenya pakai Majelis Tarjih.
Jadi hukum dilihat dari semua madzhab, dipilih yang paling kuat dalilnya sesuai zaman.
Sikapnya terbuka, toleran, masih menghormati tradisi yang tidak syirik.
– Salafi-Wahabi: Gerakan pemurnian yang cenderung tekstual, biasanya hanya mengambil pendapat yang dianggap paling sesuai sunnah versi ulama mereka, dan cenderung lebih keras dalam masalah bid’ah.
Jadi Muhammadiyah punya manhaj sendiri, bukan ikut Wahabi.
2. Apa Maksud “Infiltrasi” di Gambar Itu?
Yang dimaksud infiltrasi adalah fenomena di beberapa masjid / kajian Muhammadiyah yang pengisinya bukan lagi kader Muhammadiyah asli, tapi dai dari kelompok lain yang manhajnya lebih keras.
Ciri Wahabi yang masuk ke Muhammadiyah:
– Kajian isinya hanya membahas bid’ah, syirik, dan menyesatkan kelompok lain.
– Tidak mau membahas atau memakai Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah.
– Jadi warga jadi bingung, ini masih Muhammadiyah atau sudah beda.
Ini yang membuat sebagian warga Muhammadiyah khawatir identitas wasathiyah / moderatnya Muhammadiyah hilang.
3. Kenapa UAH Disebut “MOMOK” dan “Benteng Terakhir”?
Ustadz Adi Hidayat (UAH) itu latar belakangnya memang dekat dengan Muhammadiyah, tapi gaya dakwahnya sangat diterima semua kalangan, termasuk NU dan Muhammadiyah.
Bagi yang percaya teori infiltrasi ini:
– UAH dianggap momok / penghalang karena beliau masih sering menyampaikan tafsir yang terbuka, masih menghormati perbedaan, tidak mudah membid’ahkan.
Jadi selama ada UAH yang populer dan didengar warga Muhammadiyah, dakwah yang keras dan suka membid’ahkan itu susah masuk.
– Kalau UAH saja sudah ikut gaya yang keras, maka infiltrasi itu akan makin mudah karena tidak ada lagi tokoh penyeimbang yang populer.
Jadi kata MOMOK di sini bukan berarti hantu yang menakutkan dalam arti negatif, tapi maksudnya penghalang yang ditakuti oleh kelompok Wahabi yang ingin mengubah wajah Muhammadiyah.
Muhammadiyah yang ingin menjaga jati diri Muhammadiyah tetap sebagai gerakan Islam berkemajuan yang moderat, tidak kaku, dan tidak mudah menyesatkan sesama muslim, sesuai dengan Manhaj Tarjih-nya sendiri.






