Sungai Mahakam Meluap, 3 Kecamatan Terendam Banjir Termasuk IKN Kaltim

BANJARMASIN – pantau24jam.net. Tiga kecamatan yang terendam akibat meluapnya sungai Mahakam yakni Kecamatan Melak, Long Iram, dan Tering.

Akibat banjir ini, warga setempat terpaksa menggunakan perahu untuk transportasi dan beraktivitas.

Banjir di hulu Sungai Mahakam, Kalimantan Timur telah surut. Giliran di wilayah Kutai Barat (Kubar), terutama di bantaran sungai, banjir ‘kiriman’ merendam ribuan rumah warga di tiga kecamatan setinggi satu hingga satu setengah meter. Sabtu, 18/5/2024.

Banjir ini sudah menggenangi rumah warga sejak Jumat (17/5) di Kecamatan Tering, perahu-perahu warga nampak lalu lalang, baik yang bermesin maupun dengan dayung.

Sebagian warga harus mengungsi dan sebagian lagi harus membuat panggung di dalam rumah agar tidak terendam banjir.

Kampung Tering Seberang, menjadi salah satu daerah yang terdampak parah. Sejumlah warga telah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, karena rumahnya terendam.

Namun tidak demikian dengan pasangan Irwan (34) dan Vina Dapiaya (34). Keluarga kecil itu memilih bertahan, meski air sudah menggenangi hingga lantai rumahnya hingga setinggi sekitar 1 meter.

Bersama kedua anaknya, pasangan suami istri ini bertahan dengan tetap tinggal di rumahnya yang sudah tergenang banjir.

Dia memilih membuat tempat agar tidak terendam air.

Dengan papan yang dibuatpanggung di dalam rumah. Begitu pun alat masak, dan barang-barangnya, cukup diamankan dengan dibuatkan tempat dari papan kayu.

“Susah mau angkat-angkat barang. Biarlah tetap di sini (rumah) saja, yang penting barang-barang aman,” kata Irwan yang tinggal di RT 03 Kampung Tering Seberang itu, Sabtu (18/5).

Tampak pasangan suami istri itu, duduk santai di atas dipan atau papan panggung yang dibuat sederhana. Sementara anaknya asyik bermain air banjir yang masuk ke dalam rumahnya.

“Kalau di sini sudah biasa, banjir tiap tahun. Cuma kali ini yang paling besar, dari banjir yang selama ini kerap kami alami,” kata pria yang bekerja wiraswasta itu.

Meski mengaku sedikit was-was, dengan tetap bertahan di rumahnya Irwan mengaku terus berdoa semoga air cepat surut.

“Ya was-was juga. Cuma mau bagaimana lagi. Yang penting kita terus berdoa saja, dan alhamdulillah ini sudah mulai surut,” kata Irwan lagi.

Rumahnya yang sempat dikepung banjir, kini berangsur surut. Selama dua hari dia beraktivitas di tengah banjir.

Terpaksa Berenang

Pemerintahan Kampung Linggang Tering Seberang, Kecamatan Tering, Kutai Barat, mulai menyalurkan bantuan berupa paket kebutuhan pokok atau sembako kepada warga yang menjadi korban banjir.

Untuk diketahui, Kampung Linggang Tering Seberang, adalah salah satu daerah terparah terendam banjir, akibat meluapnya sungai Mahakam. Tidak adanya akses, menyulitkan penyaluran bantuan.

Dengan menggunakan perahu, sembari berenang pengurus Kampung Linggang Tering Seberang dibantu dengan personel Polsek Long Iram dan Koramil dengan dipimpin langsung petinggi kampung mendatangi setiap rumah warga yang terendam banjir.

Tak hanya itu, untuk memastikan barang yang didistribusikan aman, bantuan makanan telah dikemas di dalam plastik.

“Untuk hari ini kita bagikan 200 paket sembako,” kata Petinggi Kampung Tering Seberang Hj Siti Anita Andayan.

Pada hari sebelumnya pihak kapung juga telah membagikan paket sembako ke warga di kampung Tering Seberang.

“Hampir 90 persen wilayah Kampung Tering Seberang ini terendam banjir, setinggi dua meter. Makanya dari hari kemarin, kita sudah mulai menyalurkan bantuan,” ungkapnya.

Bantuan sembako yang diberikan kepada warga ini, kata dia, dibeli dengan menggunakan ADK (dana desa) serta bantuan dari berbagai perusahaan yang ada di sekitar.

Banjir 2 Meter

Desa atau Kampung Long Iram Kota, Kecamatan Long Iram, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) adalah salah satu daerah yang terparah terendam banjir akibat meluapnya sungai Mahakam.

Ratusan rumah warga di Kampung Long Iram Kota, hingga kemarin masih terendam banjir setinggi dua meter.

Kades Kampung Long Iram Kota, H Rudi mengungkapkan hingga Sabtu pukul 15.00 sore, air masih menggenangi rumah warga di Long Iram kota.

“Sudah dua malam ini banjir, di kampung Long Iram kota,” ujarnya, Sabtu (18/5).

Rudi menuturkan meskipun saat ini air sudah berngasur surut. Namun air setinggi 50 cm hingga 1 meter masih menggenangi di dalam rumah warga.

Khususnya diwilayah RT 1, 2,3 dan 4 Kampung Long Iram kota.

“Kalau ketinggian air 2 meter. Kalau di dalam rumah 1 meteran,” tegasnya.

Kendati demikian warga masih bertahan di rumahnya. Sebagian tinggal di lantai dua dan sebagian lagi membuat panggung di dalam rumah. Banjir ini diakibatkan meluapnya air sungai Mahakam.

“Hingga saat ini warga masih bersiaga. Guna mengantisipasi banjir susulan,” imbuhnya.

16 Kampung Terendam

Kepala bidang kedaruratan dan logistik BPBD Kutai Barat Laurentius Silas Ludin menjelaskan air mulai naik sejak Kamis (16/5) sore. Lalu pada Jumat, banjir menggenangi dua Kecamatan di wilayah bantaran Sungai Mahakam, yakni Kecamatan Long Iram dan Kecamatan Tering.

Dan pada Sabtu, banjir meluas ke Kecamatan Melak.

Sebanyak 16 desa/kampung di tiga kecamatan itu masih digenangi air setinggi 1 hingga saru setengah meter.

“Untuk Kecamatan Long Iram 8 Kampung, Kecamatan Tering 4 Kampung dan Melak 4 Kampung termasuk dua kelurahan,” tegas Laurentius Silas Ludin, pada Sabtu petang.

Dia menambahkan untuk kondisi banjir saat ini berangsur surut di wilayah Kecamatan Long Iram dan Tering.

“Jadi di bagian hulu sudah mulai surut. Sekarang di hilir lagi atau air mengarah ke Melak lagi,” tegasnya.

Menurutnya, banjir akibat meluapnya sungai Mahakam ini merupakan imbas dari kiriman air dari hulu sungai atau dari arah Mahulu yang sebelumnya juga dilanda bencana banjir hingga merendam pemukiman warga.

Ditambah lagi curah hujan di Kubar saat ini meningkat, maka diprediksi debit air masih akan naik.

Ia menambahkan untuk kampung-kampung yang terkena banjir merupakan daerah yang berada di bantaran sungai mahakam.

Untuk saat ini pihak BPBD Kubar telah mendirikan posko – posko kesehatan mengingat fasilitas kesehatan di beberapa kampung terendam banjir.

“Untuk sekolah liburkan, karena terendam banjir,” jelasnya.

Hingga saat ini pihaknya terus memantau kondisi di lapangan dengan cara berpatroli menggunakan perahu. Serta beberapa petugas juga disiagakan di kampung – kampung.

“Kita imbau warga untuk lebih waspada. Dengan musibah banjir ini. Dan segera melapor bisa ada hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya.

Banjir pula berimbas ke wilayah sekitar IKN.

Sumber : tribunnewskaltim (*)

Pos terkait