GAZA – pantau24jam.net. Warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza tetap melaksanakan shalat Tarawih pada malam pertama bulan suci Ramadhan, meskipun banyak bangunan ibadah telah hancur akibat konflik.
Menurut laporan Middle East Monitor, umat Muslim di Gaza menggelar ibadah malam itu di atas puing-puing masjid yang runtuh serta di ruang salat sementara yang dibangun dari tenda-tenda sederhana terbuat dari nilon dan kayu.
Shalat Tarawih berlangsung di tengah pemandangan kerusakan parah yang ditinggalkan oleh serangan militer penjajah Israel, yang oleh Mahkamah Internasional telah divonis sebagai tindakan genosida.
Pada malam Selasa, Mufti Agung Yerusalem dan Wilayah Palestina sekaligus Ketua Dewan Fatwa Tertinggi, Mohammed Hussein, mengumumkan bahwa hari Rabu menjadi awal bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Ramadhan tahun ini menjadi pengalaman pertama bagi masyarakat Gaza sejak berakhirnya gelombang kekerasan besar yang menghancurkan banyak wilayah.

Bulan suci kali ini dihadapi di tengah luasnya kehancuran dan kondisi kemanusiaan yang sangat sulit.
Selama dua tahun terakhir, warga menunaikan ibadah puasa di bawah bayangan perang dan krisis pangan, di mana keluarga-keluarga kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar untuk berbuka dan sahur.
Untuk melakukan shalat, warga mendirikan area salat darurat di atas reruntuhan karena lebih dari 1.015 masjid menjadi target penjajah Israel dalam konflik tersebut.
Data dari Kantor Media Pemerintah di Gaza menunjukkan bahwa lebih dari 835 masjid telah hancur total dan sekitar 180 lainnya rusak parah selama dua tahun berlangsungnya konflik.
Seorang koresponden dari Anadolu Agency melaporkan bahwa jamaah tetap melaksanakan shalat Tarawih meskipun pesawat pengintai militer penjajah Israel terbang di atas wilayah itu.
Dalam doa mereka, para jamaah memohon kepada Tuhan agar mengurangi penderitaan mereka, mengakhiri kesulitan, dan memperbaiki situasi yang berat yang kini mereka jalani.

Follow Berita pantau24jam.net di TikTok





