WONOGIRI – pantau24jam.net. Sopir Bank Jateng Wonogiri yang membawa kabur mobil operasional Bank Jateng Wonogiri berisi uang Rp 10 miliar berhasil diringkus polisi.
Warga Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri Kota tersebut diancam 5 tahun penjara.
Menanggapi ancaman hukuman itu, I, istri AT memasrahkan kepada penegak hukum.
I juga mengaku kaget saat mendapatkan informasi tentang perbuatannya suaminya.
Dia kali terakhir bertemu AT, Senin (1/9/2025) pagi. “Saat itu suami saya sedang nyuci mobil,” ujarnya. Selasa (9/9/2025).
I menilai tidak ada hal mencurigakan dari suaminya. AT tak pernah menceritakan masalah apapun.
Semuanya berjalan normal dan biasa saja. I juga merasa menjadi sebagai korban atas hal itu dan dia tak mengetahui apapun.
Usai suaminya membawa kabur mobil operasional Bank Jateng Wonogiri berisi uang Rp 10 miliar, I sempat ditelepon oleh pihak kantor suaminya yang menanyakan apakah A punya nomor telepon lainnya.
Sebab, pihak manajemen Bank Jateng Wonogiri tidak bisa menghubungi A.
“Saya bilang tidak ada. Memang nomornya hanya itu. Saya mencoba menghubungi juga tidak bisa. Enggak, belum (diberi tahu permasalahannya waktu itu). Cuma ditanya apa punya nomor lain,” bebernya.
Setelah itu, I mendapatkan kabar atas peristiwa yang terjadi dan mengaku kaget.
Meski demikian, warga sekitar menguatkan I supaya tetap bersemangat.
“Secara garis besar (warga) di sini menguatkan saya. Saya dan anak-anak mungkin merasa jadi pusat perhatian. Tapi Puji Tuhan kita bisa melewati ini,” beber dia.

Setelah mendengar kabar sang suami telah ditangkap polisi, I mengabarkan hal itu kepada Ketua RT setempat.
“Kalau saya, menyerahkan semuanya kepada proses hukum. Kalau saya punya informasi, saya memberikan informasi. Tapi saya juga tidak tahu apa-apa. Konsekuensi masing-masing, kesalahan pasti ada konsekuensinya,” urai I.
Sementara itu, Sulardi, ketua RT di wilayah tempat tinggal AT mengaku kaget saat mendapatkan kabar A melarikan mobil operasional Bank Jateng Wonogiri berisi uang Rp 10 miliar.
Sebab, A dinilai sebagai sosok yang biasa saja dan bahkan rajin beribadah saat Sabtu dan Minggu.
“Misal ada kegiatan seperti kerja bakti dan nggak bisa datang, itu ngasih buat beli rokok. Warga juga paham pekerjaannya harus stand by sewaktu-waktu,” terang dia.
Sulardi juga mengaku istri AT turut mengabarkan kepadanya bahwa suaminya telah tertangkap.
Istri AT juga turut berterima kasih atas dukungan yang diberikan warga dan tetap bisa tinggal di sana.
“Orang-orang di sini tidak menyangka mas kalau kejadian seperti itu,” pungkas Sulardi.
(*)






