SIMALUNGUN – pantau24jam.net. Respons cepat dan profesionalisme Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., kembali menjadi sorotan dalam penanganan kasus temuan mayat seorang siswa SMP berusia 14 tahun di Kelurahan Perdagangan I.
Turun langsung ke TKP, Kapolres memimpin penyelidikan dengan menerapkan SOP ketat untuk mengungkap penyebab kematian korban.
“Kehadiran saya di TKP adalah wujud komitmen Polres Simalungun untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami akan bekerja keras mengungkap fakta di balik kejadian tragis ini,” tegas AKBP Marganda Aritonang di lokasi kejadian, Rabu (6/8/2025) malam.
Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menjelaskan bahwa Kapolres memimpin langsung pengecekan TKP dan memastikan seluruh prosedur penanganan kasus dilakukan secara profesional.
“Kapolres memimpin langsung olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, dan pengumpulan barang bukti. Semua dilakukan sesuai SOP untuk memastikan tidak ada detail yang terlewat,” ujar AKP Verry Purba, Kamis (7/8/2025).
Korban ditemukan di dalam kamar rumahnya di Jalan Veteran nomor 42 Lingkungan IV Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun. Remaja laki-laki berinisial F, kelahiran Berastagi, 16 Desember 2010, ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.
Tim gabungan yang terdiri dari Kabag Ren Polres Simalungun, Kasat Reskrim Polres Simalungun, Kapolsek Perdagangan, Tim Pusinafis Polda Sumut, Tim Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun, Lurah Perdagangan I, personel Jatanras Polres Simalungun, dan personel Polsek Perdagangan, bekerja sama secara intensif untuk mengungkap misteri kematian korban.
AKP Verry Purba menjelaskan kronologi penemuan mayat yang bermula dari kekhawatiran ibu korban yang tidak bisa menghubungi anaknya.
Saksi S, seorang pedagang yang diminta mengecek kondisi korban, menemukan korban dalam keadaan tergeletak di tempat tidur dengan kepala tertutup plastik putih.
“Saksi mencium bau bangkai yang menyengat dan menemukan korban dalam kondisi yang memilukan. Kejadian ini segera dilaporkan ke Polsek Perdagangan,” ungkap AKP Verry Purba.
Tim Inafis Polres Simalungun melakukan olah TKP dan menemukan sejumlah fakta penting, termasuk kondisi kamar yang terkunci dari dalam dan kepala korban yang tertutup plastik asoy warna putih.
“Kami masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Djasamen Saragih Kota Pematang Siantar untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” ujar AKP Verry Purba.
Meskipun belum ada indikasi kuat pembunuhan, tim penyidik melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap keluarga, saksi-saksi, teman-teman korban, serta perangkat elektronik korban.
“Kami mendalami semua kemungkinan, termasuk dugaan bunuh diri. Namun, kami tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dan profesionalisme dalam mengungkap kasus ini,” tegas AKP Verry Purba.
Kapolres Simalungun memastikan bahwa kasus ini akan ditangani secara transparan dan profesional. Ia berharap agar masyarakat tetap tenang dan memberikan dukungan kepada pihak kepolisian dalam mengungkap kebenaran.
“Kami berkomitmen untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya. Percayakan penanganan kasus ini kepada kami, dan kami akan bekerja keras untuk mengungkap kebenaran,” pungkas AKBP Marganda Aritonang.
(*)






