Rismon Hancur-Hancuran

Rismon Hancur-Hancuran

by M Rizal Fadillah

Bacaan Lainnya

Rismon Sianipar wajah kepribadiannya semakin rusak. Seperti babi terluka ngamuk tubruk sana tubruk sini. Tontonan baru dari anak manusia yang panik dan butuh pengakuan atas kebaikan yang sesungguhnya palsu. Sang peneliti independen terjebak dalam dependensi manipulasi geometri.

Rismon kini tampil dengan jiwa yang rapuh dalam atraksi panggung yang memilukan, menyedihkan,  dan memalukan.

Ocehan bahkan konon langkah pelaporan ke Polda Metro soal dana 50 milyar Roy Suryo atau lainnya yang dikaitkan dengan politisi Puan Maharani dan Agus Harimurti menjadi tertawaan publik.

Di samping pembuktian yang tidak mudah juga Rismon memperluas masalah ijazah palsu Jokowi ke ranah politik bahkan konflik. Rismon semakin dibutakan oleh kepentingan Jokowi dan Gibran. Jokowi memang sudah lama teriak bahwa ada orang besar dibalik isu ijazahnya.

Rismon semakin meluncur ke bawah menuju benturan batu hukum yang sudah siap nenanti. Ada ijazah S2 dan S3 Jepang yang diduga palsu, lalu surat kematian buatan sebagai pengelabuan atas tagihan dana bea siswa, serta kini potensial untuk tuduhan fitnah, pencemaran, atau penyebaran berita bohong soal dana 50 milyar.
Peneliti itu terjebak dalam permainan  politik yang berisiko hukum. Ia bukan pemain apalagi dalang melainkan wayang.

Teman seperjuangan yang kini jadi sasaran caci makinya Roy Suryo sering muncul di ruang publik dengan sindiran tampilan wayang kulit dalam berbagai tema. Petruk selalu menjadi tokoh utama untuk menyindir Jokowi.

Ke depan tema Rismon mungkin akan sering muncul dalam lakon wayang kulitnya karena cukup menarik simbolisasi hubungan Rismon dengan Jokowi. Buto Ijo dolanan Petruk. Petruk dadi ratu, buto ijo dadi ulo.

Sejak datang temui Jokowi dan Gibran, Rismon sudah menyerahkan kepalanya untuk siap disembelih, bunuh diri atau harakiri. Pengakuan dosa aneh dari seorang tokoh yang awalnya gagah perkasa.

Berlanjut dengan omon-omon dan langkah-langkah kontroversi. Harga diri tergadai atau terjual. Rismon yang kini bergelar momon telah hancur-hancuran.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 24 Maret 2026

Pos terkait