JENEPONTO – pantau24jam.net. Sejak Pasar tradisional Induk Karisa Jeneponto terbakar ludes pada tahun 2020 silam. Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan mewacanakan bakal membangun kembali.
Hal tersebut diutarakan Penjabat Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri, S.Sos MH saat memimpin rapat Pembahasan Pembiayaaan Pembangunan Pasar Karisa di ruang rapat Bupati Lantai 2 Jeneponto. Kamis, 30/5/2024.

“Untuk membangun Pasar Karisa Jeneponto diperlukan gagasan dengan konsep digital, pemerintah perlu kucuran dana dari pusat yang jumlahnya berkisar Rp 50 miliar”, ujar Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri, S.Sos MH.
Alasan konsep digital karena melihat kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jeneponto dinilai tak mampu menanggulangi pembangunan tersebut.

“Sekali lagi saya mendorong Dinas Perdagangan dan Perindustrian Perindag) Kabupaten Jeneponto untuk memberikan edukasi kepada masyarakat apa itu model pasar digital”, terang Junaedi.
Soal berapa tingkat, apakah dua lantai atau hanya satu lantai nanti dilihat bagaimana gambar dari konsep digital.

“Konsep Pasar permanen dan anggarannya diefisienkan kisaran Rp 50 miliar dan dibangun ditempat semula. Karena itu instansi terkait agar data pedagang jangan sampai hilang atau menimbulkan masalah lagi”, pungkasnya.
Rapat pembangunan Pasar Karisa juga dihadiri Sekda Jeeponto, Pimpinan Pusat Bank Sulselbar, Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Jeneponto, Asisten 1 Setda Jeneponto, Kepala Bapenda, Kepala BPKAD, Kadis Perdagin, Kepala Bappeda dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jeneponto.

Karpas






