Mahaputera Kapolri : Jadi Barang Obralan Preet..
by M Rizal Fadillah
Pertanyaan Presiden Prabowo kepada Kapolri Listyo Sigit pernahkah mendapat Bintang Mahaputera ? Dijawab Prabowo sendiri “Saya yang akan memberi Bintang Mahaputera”. Netizen terkejut sedemikian parahnya Prabowo. Presiden yang berbohong hidup mati demi rakyat. Ketika rakyat ingin reformasi Polri dan Kapolri diganti eh justru mau diberi bintang jasa. Jasa MBG lagi..preet..preet Prabowo.
Bintang Mahaputera diberikan kepada orang atau tokoh yang berprestasi bagi bangsa, bukan sembarang orang. Listyo Sigit termasuk yang sembarang orang. Kapolri ini pembangkang, boneka titipan, motor kecurangan, perusak reputasi Polri, serta tangannya belumuran darah. Karier melompat-lompat seperti kodok peliharaan Jokowi.
Menurut Pasal 3 UU No. 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa.dan Tanda Kehormatan maka pemberian tersebut harus merupakan penghargaan atas jasa besar yang diberikan kepada bangsa dan negara, membangun semangat kepahlawanan dan kepatriotan, serta menumbuhkembangkan keteladanan dan menghasilkan karya terbaik. Ini artinya harus ada dedikasi spesial dan unggul dari penerima penghargaan itu.
Sementara Pasal 28 ayat (2) Undang-undang tersebut menegaskan bahwa bintang Mahaputera diberikan kepada putera bangsa atas jasa yang luar biasa, pengorbanan itu bermanfaat besar bagi bangsa dan negara, serta pengabdiannya diakui di tingkat nasional maupun internasional.
Bersandar pada Pasal 3 dan 28 ayat (2) UU 20 tahun 2009 itu maka kualifikasi Listyo Sigit sebagai Kapolri yang pantas mendapat Bintang Mahaputera dipastikan ambruk. Prestasi luar biasanya adalah menjadi anak emas Jokowi yang melompat jabatan menginjak banyak perwira tinggi. Alih-alih bermanfaat besar, Listyo itu menjadi perusak institusi Polri di depan publik sendiri dan boro-boro diakui di tingkat internasional, nasional saja belepotan, dicaci maki, serta dinilai tidak tahu diri, serakah dan jahat.
Prabowo sendiri seperti kurang rasa, kurang bijaksana, dan kurang ajar dengan seenaknya hendak memberi bintang jasa sesuai mau sendiri, sak karepe dewek, kumaha aing. Tidak memiliki standar yang ajeg. Konsekuensi dari pribadi yang mahir omong gede dan mungkin berfikir pendek. Fikiran yang terpenjara oleh MBG sebagai program ambisius dan kontroversial.
Tekad memberi Bintang Mahaputera dikemukakan saat meresmikan 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah Jakarta Barat. Aneh saat Polri dikritik terlalu jauh merambah ke area politik kini dilegalisasi masuk ke ruang bisnis. Meski atas nama pelayanan. Korupsi yang sudah lama disorot kepada institusi kaya ini, akan semakin menganga lubangnya. Negara mafia ditata apik Prabowo yang mencoba melupakan kegagalan program korup food estatenya.
Urusan piring, panci, dan rantang Polri telah sukses menghasilkan Bintang Mahaputera. Sesungguhnya itu Bintang Salahkeloka. Polisi kok ngurus dapur bukan fokus mengatur lalu lintas atau menindak pelaku kriminal. Bintang Mahaputera diobral murah oleh Prabowo.
Kapolri pembangkang, rakus, dan tukang cari untung telah sukses mendapatkannya.
*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Bandung, 12 Februari 2026






