“Ballo’ – baca: Ballok – berarti: Tuak —– dalam bahasa Makassar di Provinsi Sulawesi Selatan.”
Penulis oleh : Irwan Tabo-Tabo

Sulawesi Selatan di Wilayah Selatan, yaitu: Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba (Kajang) hingga Kabupaten Selayar dan kepulauannya, masyarakat menikmati Ballo’ Tala’, terbuat dari saripati “je’ne’ poko’ tala’ (lontar) – terjemahan: air pohon buah berkeping satu.”
Di Wilayah Kota Makassar, warganya menikmati Ballo’ Nipa, terbuat dari saripati air pohon Nipa.
Sulawesi Selatan di Wilayah Utara, yaitu: Kabupaten Maros, Kabupaten Pangka Je’ne’ Kepulauan, Kabupaten Barru, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Bone, Kabupaten Wajo, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Toraja, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara (Seko) sampai Luwu Raya, penduduk mengkonsumsi Tua’ Aren, terbuat dari saripati air pohon Aren.
Catatan: Bahkan ada tuak dibuat dari hasil fermentasi beras ketan bersama ragi, disebut Ballo’ Ase, dalam sebutan bahasa Makassar.
****

Jejak Ballo’ atau Sagueir, pernah termaktub dalam: The Malay of Archipelago, kitab penjelajahan Nusantara, ditulis: Alfred Russel Wallace. Naturalis berkebangsaan Inggris, pernah singgah di Maros pada 1857 Masehi.
“Hutan terbuka dan bebas dikelilingi semak belukar, terdiri dari pohon-pohon besar, tersebar luas sejumlah pohon palem (Arenga saccrharifera), darimana tuak dan gula dibuat,” tulisnya.
“Pohon palem (Aren) menyediakan sagueir, menggantikan bir dan gula.”
Catatan itu menunjukkan Ballo’ tak sekadar memabukkan, melainkan minuman berfaedah, demikian halnya pohon aren. Hingga kini, ia diolah menjadi gula merah, bumbu cuka, bahkan buahnya dijadikan kolang-kaling—-pangan nan laris kala bulan suci Ramadhan. Ijuk dan tulang daun aren juga dipakai jadi sapu.
Lagi pula, sejak ratusan tahun lalu, Ballo’ telah digunakan untuk menandai perayaan, menemani obrolan para tetua adat mencari kesepakatan dan membangkitkan daya tubuh untuk bekerja atau sebagaimana khasiatnya kerap disebut diam-diam; campur Ballo’ dengan telur mentah—-saat ini kerap pula dicampur bir hitam, maka niscaya minuman tersebut membawa gairah dalam bercinta.
Terima kasih.
Desa Tabo-tabo Kec.Bungoro Desa Kab. Pangkep – Senin, 20 Mei 2024

#KoPigiKeliling Berkabar Berita, Berbagi Hidup.






