Gunung Semeru Erupsi, Puluhan Rumah dan Sekolah Rusak Berat

LUMAJANG – pantau24jam.net. Puluhan rumah dan bangunan sekolah di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, rusak parah akibat erupsi Gunung Semeru.

Berdasarkan pendataan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terdapat 21 rumah warga dan satu sekolah, SDN Supiturang 02, yang mengalami kerusakan berat.

Bacaan Lainnya

“Dampak kerusakan di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo terdata ada 21 unit rumah rusak berat, kemudian fasum yakni SDN Supiturang 02 rusak berat,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno. Kamis, 20/11/2025.

Selain rumah dan sekolah, satu mushoa juga dilaporkan rusak berat diterjang material vulkanik.

Jalan kabupaten yang menghubungkan Dusun Sumbersari dengan Dusun Gumukmas tertutup abu vulkanik, sementara hewan ternak warga ikut terdampak dengan laporan empat ekor sapi dan 120 ekor kambing.

BPBD Jawa Timur mengerahkan enam unit alat berat untuk membuka jalur yang tertutup material erupsi. Tim gabungan juga menyalurkan masker, membantu evakuasi hewan ternak, serta mengamankan barang berharga milik warga.

Pembersihan material vulkanik dilakukan di Jembatan Gladak Perak oleh TRC BPBD bersama Damkar Lumajang.

Jumlah pengungsi saat ini tercatat 191 jiwa, menurun dari data sebelumnya karena sebagian warga kembali ke rumah untuk memeriksa kondisi bangunan mereka. Para pengungsi tersebar di delapan titik di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.

Gunung Semeru sendiri mengalami erupsi panjang pada Rabu (19/11) pukul 14.13–18.11 WIB dengan amplitudo maksimum 45 mm dan luncuran awan panas lebih dari 13 km ke arah Besuk Kobokan. Status gunung tetap berada di Level IV atau Awas

Hingga Rabu malam, total pengungsi sempat mencapai 1.156 jiwa. Tiga orang dilaporkan mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Haryoto Lumajang serta RSUD Pasirian.

Pendakian menuju Semeru dan Ranu Kumbolo ditutup total, sementara 178 orang dilaporkan masih terjebak di kawasan Ranu Kumbolo, terdiri dari pendaki, porter, petugas, hingga tim Kementerian Pariwisata.

(*).

Pos terkait