Blood Of Peace

Blood Of Peace

by M Rizal Fadilah

Bacaan Lainnya

Board of Peace merupakan lembaga pimpinan Donald Trump yang telah mengguncang dunia. Bagaimana tidak, gagasan perdamaian Gaza dilakukan tanpa penghukuman kepada negara agresor, pembantai, dan pemusnah.

Pelaku genosida menjadi figur penting dalam Board dan subyek perundingan negara-negara anggota. Drama dunia yang paling mengerikan dan  menumpahkan darah secara terang-terangan dimanipulasi sebagai perdamaian. Ini bukan Board of Peace tetapi Blood of Peace (BoP).

Benyamin Netanyahu “Sang Penjagal” menjadi tandem, bahkan berperan sebagai penentu di belakang Donald Trump dalam mengendarai dan mengendalikan Board of Peace.

Gurdian menyebut dewan ini sebagai “klub suap menyuap yang  didominasi Donald Trump”. Trump berambisi menjadikan Dewan ini menggantikan PBB sekurangnya bentuk lain dari Dewan Keamanan PBB dengan Hak Veto hanya di tangan Trump.

Meski dinarasikan sebagai dewan pengawas perdamaian Israel-Palestina di Gaza yang meliputi pengakhiran permanen perang Gaza, penyelesaian krisis sandera, perlindungan warga sipil, rekonstruksi jalur Gaza, serta kemajuan proses perdamaian Israel Palestina berkelanjutan, namun semua tahu Dewan ini hanya kedok Trump dan Netanyahu untuk melemahkan perlawanan Hamas dan memenangkan kepentingan Israel.

Iuran setiap negara yang bergabung permanen sebesar 1 milyar US dollar menjadi hal yang menjijikkan dan aneh. Tanpa peran “dana zionis” inisiatif Trump ini tidak mungkin mendapat dukungan. Negara seperti Inggris, Perancis, Jerman,  Kanada, Norwegia, Swedia enggan bergabung, apalagi Cina dan Rusia. Klub suap menyuap ini berakar pada ucapan Trump “PBB tidak pernah membantu saya”.

Presiden Prabowo cukup antusias untuk menjadi anggota geng meski tanpa membahas terlebih dahulu dengan DPR. Rakyat Indonesia mempertanyakan keteribatan Indonesia untuk mendukung lobi zionis via board of Trump tersebut. Prabowo yang setuju menjamin keamanan Israel demi perdamaian dinilai kontroversial.

Israel bangsa penjajah dan penjahat kemanusiaan yang harus diberi pelajaran. Tangan pemimpinnya berlumuran darah.

Gaza lebih dari sekedar “killing field” tapi sudah penghancuran segalanya. Melebihi kesadisan hollocaust Nazi, genosida terbukti dengan putusan ICC, 65 ribu tewas dan 165 ribu luka, terakhir ribuan tewas akibat senjata thermal.

Korban menguap tanpa jasad tersisa. Setelah terbentuk Board of Peace, Israel masih melakukan teror serangan bom. Inilah tipu-tipu perdamaian berdarah. Blood of Peace.

Indonesia harus keluar dari BoP untuk kembali ke jati diri bebas aktif dan anti penjajahan. Trump bukan untuk diikuti tetapi dikutuk.

Prabowo jangan menjadi antek zionis dengan narasi perdamaian. Umat Islam Indonesia tidak akan mentoleransi kejahatan Israel. Moga MUI tidak berubah arah hanya oleh suap ala BoP 40 tingkat.

BoP Trump adalah Blood of Peace.
Dapat membuat pipis para pemimpin di dunia berdarah-darah.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 19 Februari 2026

Pos terkait