Truk Ekspedisi 15 Ton Jatuh ke Laut Saat Keluar dari Kapal Feri di Dermaga Sofifi Tidore

SOFIFI TIDORE – pantau24jam.net. Peristiwa jatuh truk ke laut terjadi di dermaga penyeberangan Sofifi, Kota Tidore. Saat itu, truk milik ekspedisi Sinar Alwa berada di atas ramp door kapal feri KMP Permata Lestari.

Insiden naas itu terjadi sekira pukul 03.30 WIT, Rabu (4/2/2026) dini hari.

Bacaan Lainnya

Kejadian bermula saat kapal KMP Permata Lestari dengan GT 625, dinahkodai David Ardiansyah bertolak dari pelabuhan penyeberangan Bastiong, Ternate.

Saat berlabu di Pelabuhan Feri Galala, Sofifi, Tidore, kondisi air masih surut, penumpang langsung dipersilakan turun.

Begitu tiga mobil dibolehkan turun, truk berwarna kuning dengan plat DW 8631 MD ditutupi terpal hijau pun ikut. Ketika ban depan truk sudah berada jembatan, roda belakang masih di atas ramp door (pintu rampa).

Ketika truk bergerak maju tiba-tiba ramp door rusak, karena diduga beban mobil begitu besar.

Muatan truk ditaksir mencapai 15-16 ton. Kondisi tersebut menyebabkan mobil yang dikendarai Hardianto, 29 tahun, warga Rilauale, Sulawesi Selatan hilang keseimbangan dan perlahan jatuh ke laut.

“Untuk saat ini mobil masih berada di laut. Kami akan berupaya untuk angkat ke darat,” kata Danpos UPP Pelabuhan Galala Sofifi, Asna Kakahis saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).

Ia mengaku, untuk saat ini pelayanan di pelabuhan masih dihentikan sementara sambil menunggu proses evakuasi mobil ke darat.

Asna mengatakan, dari keterangan yang diperoleh, sopir sudah dalam keadaan panik, karena mobil yang ia kendarai sudah perlahan jatuh.

“Keterangan yang kami peroleh, mobil ini bermuatan lebih. Saat insiden dia langsung lompat,” jelasnya.

Lanjut Asna menyatakan, kecelakaan itu memenuhi unsur kelalaian, karena muatan truk melebihi kapasitas.

Ia menuturkan, ketahanan Pelabuhan Sofifi Galala mampu menahan beban 10 ton. Sementara muatan truk melebihi batas maksimal, yakni 15 atau 16 ton.

“Jadi yang kendala itu pelabuhan ini beban hanya di angka 10 ton. Sementara muatan dari pelabuhan Ternate melebihi, tentu tidak seimbang dengan kondisi pelabuhan yang menjadi kendala,” jelasnya.

Dirinya berharap insiden itu menjadi bahan evaluasi terhadap kapasitas truk yang melintas via penyeberangan laut.

Sementara, Jainudin, korlap atau penanggungjawan di pelabuhan Feri Sofifi mengaku, pihaknya siap bertanggung jawab.

“Kami siap untuk bertanggung jawab, karena ada asuransi. Kami bersyukur tidak ada korban. Kalau perusahaan kami siap ganti rugi,” ujarnya.

(*)

Pos terkait