Pengurus Besar HPMT Silaturahmi dengan Warga Miskin Ekstrem di Jeneponto

JENEPONTO – pantau24jam.net. Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (PB HPMT) melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan sejumlah masyarakat yang masuk dalam kategori miskin ekstrem di beberapa wilayah Kabupaten Jeneponto.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya PB HPMT untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di Butta Turatea yang masih membutuhkan perhatian bersama.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan tersebut, pengurus PB HPMT mendatangi rumah-rumah warga untuk berdialog dan mendengar langsung kondisi kehidupan yang mereka alami sehari-hari.

Selain bersilaturahmi, PB HPMT juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada masyarakat yang membutuhkan. Ahad, 8/3/2026

Dari hasil kunjungan lapangan, PB HPMT menemukan sedikitnya 10 titik rumah warga yang tersebar di wilayah Turatea, Tamalatea, dan Bontoramba yang menurut penilaian mereka sangat layak mendapatkan bantuan, namun hingga saat ini belum tersentuh program bantuan pemerintah.

Bahkan dari temuan tersebut terdapat warga yang dalam data tercatat berada pada desil 6, namun kondisi riil di lapangan menunjukkan kehidupan yang jauh dari kata sejahtera.

Salah satu kondisi yang paling memprihatinkan ditemukan pada seorang warga bernama Rabali, yang tinggal di Desa Tanjonga, Kecamatan Turatea.

Rabali hidup bersama orang tuanya dalam kondisi rumah yang sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak huni.

Rumah yang mereka tempati terlihat rapuh dengan kondisi bangunan yang sangat sederhana dan tidak memadai untuk ditempati, mencerminkan bagaimana sebagian masyarakat masih hidup dalam keterbatasan yang cukup berat.

Temuan ini menunjukkan masih adanya ketidaksesuaian antara data dan kondisi nyata di lapangan, sehingga beberapa warga yang seharusnya mendapatkan perhatian justru luput dari jangkauan program bantuan sosial.

PB HPMT memandang bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya aktif dalam ruang akademik dan organisasi, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat melalui aksi-aksi sosial yang nyata.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud pengabdian mahasiswa Turatea kepada masyarakat Jeneponto.

Ketua Umum PB HPMT menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan. Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa harus mampu memberi manfaat bagi masyarakat.

“Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan, tetapi bentuk kepedulian kami sebagai mahasiswa Turatea terhadap masyarakat yang masih berada dalam kondisi miskin ekstrem”, ujar Ketua Umum PB HPMT.

Kami ingin melihat langsung kondisi mereka sekaligus berbagi semampu kami. Dari kunjungan ini kami juga menemukan beberapa warga yang sangat layak menerima bantuan namun belum tersentuh program pemerintah. Sambungnya.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan pemuda dan mahasiswa agar lebih peka terhadap persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Selain itu, PB HPMT juga mendorong adanya perhatian yang lebih serius dari berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah, agar persoalan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jeneponto dapat ditangani secara maksimal melalui pendataan yang lebih akurat serta kebijakan dan program yang tepat sasaran.

“Melalui kegiatan ini, PB HPMT berharap semangat kepedulian dan gotong royong dapat terus tumbuh di tengah masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan di Butta Turatea”, pungkasnya.

Karpas / Jat

Pos terkait