LUWU TIMUR – pantau24jam.net. Sungai Ussu keruh nampak merah, imbas buangan air lumpur dari perusahaan PT. Prima Utama Lestari (PUL) yang beroperasi disekitar sungai tersebut.
Atas kejadian itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur turun menginspeksi di lokasi tambang PT. PUL khususnya di kolam pengendap atau settling pond, dilansir inputrakyat. Kamis (26/3/2026).
Alhasil, lingkungan hidup menemukan settling pond pada area blok 3 jebol akibat tak mampu menampung air buangan dari PIT. Kompartement settling pond blok 3 juga tidak memenuhi syarat dengan jumlah air yang ada.
Parahnya, jarak antara settling pond dengan sungai sangat dekat sehingga air cepat terbuang ke sungai. Bahkan, PT. PUL tidak melakukan treatment pada settling pond sehingga air yang keluar sangat keruh.
Demikian diungkapkan Kepala DLH Luwu Timur, Umar Hasan Dalle kepada media ini saat ditanya hasil peninjauan di lokasi tambang PT. PUL, siang tadi.
“Dari temuan ini, kami memberikan waktu 21 hari kepada PT. PUL untuk segera melakukan pembenahan dan mengevaluasi sistem pengelolaan limbah,” ujarnya lagi.
Selain itu kata Umar, PT. PUL juga diminta melakukan pengerukan sediment pond di kompartement dan sekitar air sungai serta melakukan pembuatan control box disekitar sediment pond sebelum masuk ke kompartement.
“Air buangan ini baik di hilir sungai maupun titik jebol juga kita akan uji laboratorium sebagai data rona lingkungan pasca kejadian,” sambung Umar.
Ia juga menegaskan, dalam kurun waktu 21 hari pihak PT. PUL tidak mengindahkan teguran kami, maka kami akan berikan surat tugaran, namun kalau tetap bandel, operasi perusahaan dihentikan sementara.
(*)
Follow Berita pantau24jam.net di TikTok






